Deddy Mizwar Pasrah kepada Eep Saefulloh Fatah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Mizwar dalam konferensi Pers di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (9/10). TEMPO/Seto Wardhana

    Deddy Mizwar dalam konferensi Pers di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (9/10). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor dan sutradara kawakan yang kini menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyerahkan soal strategi bertarung di pemilukada kepada Eep Saefulloh Fatah. "Strategi, Eep nanti yang mikirin," kata Deddy di Jakarta, Rabu, 14 November 2012.

    Eep, Direktur Utama Polmark Indonesia, memang menjadi tim sukses pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Heryawan. Meskipun disokong Eep, Deddy mengaku tidak mengekor gaya kampanye Jokowi. "Mungkin berbeda di Jawa Barat dengan Jakarta," ujarnya.

    Deddy menyebut, sekarang dia masih mempelajari masalah masyarakat Jawa Barat. "Kami ingin datang melihat sebetulnya apa yang masyarakat butuhkan. Kami melihat, mendengar, dan mencatat," kata dia.

    Deddy menyadari, masalah maupun keinginan warga di tiap wilayah di Jabar bervariasi. "Kami harus tahu aspirasi rakyat. Di Pantura beda dengan Pantai Selatan. Problemnya juga tidak sama, misalnya buta huruf. Bersama bupati akan kami pecahkan."

    Pemeran Nagabonar itu tak peduli pada suara-suara yang menyebutnya hanya mengandalkan popularitas. "Kita hargai hak setiap warga negara untuk bicara. Mungkin ada pengamat politik yang merasa dirinya lebih pandai, merasa pintar," kata dia.

    Bagi Deddy, yang penting niatnya maju dalam pencalonan. "Yang penting sekarang ini bagaimana pintar merasa apa yang dibutuhkan oleh rakyat, oleh masyarakat. Niatnya itu dulu."

    Seperti diberitakan sebelumnya, Deddy dan pasangannya, Ahmad Heryawan, maju dalam Pemilukada Jabar 2013. Mereka berhadapan dengan nama-nama artis terkenal lainnya, yaitu Rieke Diyah Pitaloka, didampingi Teten Masduki, dan Dede Yusuf menggandeng Lex Laksamana.

    ATMI PERTIWI

    Berita terpopuler lainnya:
    Suami Ola Ditembak Mati di Depan Henri Yoso  

    Ical Bakrie Bakal Dipasangkan dengan Soekarwo 

    Ini Pantangan Tinggal di Kampung Susun Ciliwung

    Tiga Alasan Deddy Mizwar Mau Jadi Cawagub

    Di SD, Tak Ada lagi Pelajaran IPA-IPS

    Penangkapan Ola dan Suaminya Bak Film Hollywood 

    Malam 1 Sura, Keluarga Keraton Surakarta Ribut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.