Ical Bakrie Bakal Dipasangkan dengan Soekarwo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aburizal Bakrie. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Aburizal Bakrie. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Surabaya - Dinilai sukses memimpin Jawa Timur membuat nama Soekarwo diperhitungkan di pentas politik nasional.

    Kini Soekarwo digadang-gadang untuk menjadi wakil presiden mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie. 

    Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Martono, mengatakan terus memperjuangkan agar Soekarwo bisa mendampingi Aburizal Bakrie sebagai wakil presiden. "Pak Karwo ini, antara elektabilitas dan popularitasnya gandeng, 70 dan 70," kata Martono di Surabaya, Selasa, 13 November 2012.

    Martono menambahkan, siapa pun yang mengenal Soekarwo tentu akan memilihnya sebagai pemimpin. Pernyataan tersebut, kata dia, didasarkan pada hasil survei enam bulan lalu. "Kalau sekarang berubah, lain persoalan," katanya.

    Menurut sebuah hasil survei yang dipaparkan setengah tahun lalu, terlihat bahwa Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo, memiliki tingkat keterpilihan yang cukup besar. Berangkat dari situ, Martono berkesimpulan Soekarno memiliki popularitas yang tinggi. "Itu bisa menjadi modal untuk memperoleh suara yang luar biasa pada pemilihan presiden," ujarnya.

    Martono bakal memperjuangkan Soekarwo agar dapat menjadi pendamping Ical dalam pemilihan presiden karena membawa suara Jawa Timur dengan 42 juta pemilih. "Kalau bisa menggandeng gubernurnya menjadi wakil presiden, bisa menjadi modal luar biasa," katanya.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Berita terpopuler lainnya:
    Inul Daratista: Saya Bisa Jadi Cawapres Om Haji  
    Dahlan Iskan Kaget BP Migas Dibubarkan 

    Kepala BPMigas Sedih Banyak Digugat Ormas Islam

    Mahfud Tantang Sudi Silalahi 

    Muslim Inggris Diminta Turut Rayakan Natal 

    Wanita di Tengah Skandal Seks Direktur CIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.