Selasa, 17 September 2019

Upeti BUMN ke DPR, KPK: Pembuktiannya Gampang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja mengatakan tak sulit membuktikan soal dugaan pemberian "upeti" dari BUMN ke oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    "Semua transaksinya pasti tercatat di dalam laporan keuangan. Tinggal dilihat saja pembukuan perusahaan," kata Adnan di Jakarta, Senin, 12 November 2012.

    Pada kesempatan itu, Adnan mendorong menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melapor ke KPK. Adnan mengatakan, jika Dahlan serius memberantas korupsi di parlemen dan kementerian, semestinya dia melapor ke lembaga antirasuah tersebut.

    Menurut Adnan, hingga kini mantan Direktur Utama PLN itu belum melapor ke KPK. Padahal, isu soal upeti perusahaan BUMN ke anggota Dewan kencang dihembuskan Dahlan dua pekan belakangan ini.

    "Belum ada laporan (dari Dahlan ke KPK). Sepertinya isunya berujung di Dewan saja, kata Adnan menambahkan.

    Beberapa waktu lalu, Dahlan Iskan mengatakan masih pikir-pikir untuk melaporkan dugaan pemerasan oknum anggota Dewan ke KPK. Menurut dia, saat ini "bola" ada di Badan Kehormatan DPR.

    ANANDA BADUDU

    Berita terpopuler lainnya:
    Soedirman Penganut Kejawen Sumarah  

    Begini Asal-usul Keluarga Jenderal Soedirman

    Cerita Soedirman Palsu di Atas Tandu 

    Alasan PPP Mau Calonkan Rhoma Irama Jadi Presiden 

    Di Sekolah, Jenderal Soedirman Dijuluki Kaji

    Teka-teki Rambut Putih Obama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.