Senin, 19 Februari 2018

TKI Mengaku Diperkosa 3 Polisi Malaysia  

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 11 November 2012 15:54 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TKI Mengaku Diperkosa 3 Polisi Malaysia   

    Ilustrasi. outlookindia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tenaga kerja Indonesia mengalami pelecehan seksual oleh tiga orang polisi Malaysia di kantor polisi Bukit Mertajam, Penang. Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengatakan, saat ini, kepolisian setempat sedang menyelidiki masalah ini.

    Menurut Anis, TKI berinisial S itu semula dibawa ke kantor polisi karena tidak membawa paspor pada 10 November 2012 pagi di Wellesley. S sebelumnya berada di dalam mobil sewaan yang disopiri Tan, sopir taksi lokal. "Dia bawa fotokopiannya saja. Akhirnya, dia dibawa ke kantor polisi," ujarnya saat dihubungi Ahad, 11 November 2012.

    Anis menjelaskan, kasus ini sudah dilaporkan ke pejabat Malaysian Chinese Association Bukit Mertajam, Lau Chiek Tuan. Sopir taksi yang ditumpangi S juga sudah siap menjadi saksi. "Konsulat Jenderal RI di Malaysia sudah mengantongi info lengkap soal pelaku," ujarnya.

    Migrant Care menuntut kepolisian Malaysia menghukum berat anggota korps mereka yang melakukan pemerkosaan terhadap S. Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta mengajukan protes terhadap pemerintah Malaysia karena pelecehan terhadap TKI terus berulang. Sebelum ini, ada pula kasus penjualan "TKI on Sale" di Chow Kit, Malaysia.

    "Protes sepatutnya dilakukan Presiden SBY karena hal ini berlangsung hanya beberapa saat setelah TKI kita diobral di sana dengan diskon 40 persen. Presiden harus tampil menyelamatkan TKI demi menyelamatkan harga diri bangsa," kata Anis.

    ISMA SAVITRI

    Berita Lainnya:
    Berapa Harga Tiket Penumpang MRT?
    Korban Banjir Bandang Mamasa Menjadi 15 Orang
    Kenapa Polisi Sulit Melacak Pencurian di Bandara
    Dahlan Diminta Buka-bukaan Soal Bisnisnya
    10 Kelompok ''Pengganggu'' BUMN Versi Said Didu
    Baju Kotak Rieke-Teten Hibah dari Jokowi


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.