Rhoma Irama Kebanjiran SMS Dukung 'Nyapres'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Rhoma Irama dikawal pendukungnya ketika memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, Jakarta Pusat, (6/8). Pemanggilan tersebut terkait pernyataan Rhoma yang berbau SARA terhadap pasangan Cagub/Cawagub, Joko Widodo-Basuki Tjahaja ketika berceramah di Tanjung Duren, Jakarta Barat. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pedangdut Rhoma Irama dikawal pendukungnya ketika memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta, Jakarta Pusat, (6/8). Pemanggilan tersebut terkait pernyataan Rhoma yang berbau SARA terhadap pasangan Cagub/Cawagub, Joko Widodo-Basuki Tjahaja ketika berceramah di Tanjung Duren, Jakarta Barat. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO , Jakarta: Penyanyi dangdut Rhoma Irama mengaku akhir-akhir ini telepon selulernya dibanjiri pesan singkat berisi dorongan agar maju dalam kancah pemilihan presiden 2014. "Ketika mengisi tablig di daerah-daerah juga seperti itu," kata dia kepada Tempo, Jumat, 9 November 2012.

    Pentolan grup musik Soneta ini cukup terkejut dengan dukungan dari orang-orang di daerah. Menurut dia, dorongan untuk maju dalam Pilpres 2014 tidak hanya berasal dari fans tapi juga kalangan ulama di Jakarta dan daerah-daerah.

    Kendati demikian, pria yang dijuluki Raja Dangdut ini menekankan bila dukungan maju dalam kancah Pilpres bukan berasal dari dirinya. "Saya sendiri tidak berambisi untuk mencalonkan diri menjadi presiden," ujar Rhoma.

    Penggemar Rhoma yang tergabung dalam Soneta Fans Club menginginkan idolanya mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden pada pemilu 2014 mendatang.

    Dukungan fans itu telah disampaikan kepada Rhoma saat yang bersangkutan tiba di Bandara Juanda Surabaya sebelum meneruskan perjalanan ke Bojonegoro, Jumat, 2 November 2012. Mereka membentangkan spanduk dan poster berisi dukungan terhadap Rhoma agar maju menjadi RI 1.

    ADITYA BUDIMAN

    Berita lain:
    Dicalonkan Jadi Presiden, Rhoma Irama: Luar Biasa
    Kata Rhoma Irama Soal Dukungan Jadi Capres
    Bus Antarnegara Selundupkan 28 Kg Shabu

    Kalimantan Barat Dinilai Favorit Transit Narkoba
    Kenapa Tak Ada Calon Gubernur Jawa Barat Dari PPP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.