Soekarno Jadi Pahlawan Nasional, Guruh Emoh Datang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guruh Soekarnoputra (kiri). TEMPO/Wahyu Setiawan

    Guruh Soekarnoputra (kiri). TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Guruh Soekarnoputra mengaku tak akan menghadiri upacara pemberian gelar pahlawan nasional terhadap ayahnya, Proklamator RI Soekarno. “Benar, saya tak akan datang,” ujar Guruh saat dihubungi Tempo, Selasa, 6 November 2012.

    Dua bapak proklamator Indonesia, Soekarno dan Muhammad Hatta, resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Hari ini, 7 November 2012, upacara pemberian gelar pahlawan nasional akan diselenggarakan di Istana Merdeka.

    Guruh mengaku punya sikap politik sendiri atas pemberian gelar itu. “Mengapa baru diberi gelar sekarang, kenapa tak dari dulu?” ujar Guruh.

    Dia mempertanyakan kerancuan pemberian gelar pahlawan nasional dan pahlawan proklamator. “Dulu katanya gelar pahlawan proklamator itu lebih tinggi daripada pahlawan nasional, dan bersifat khusus,” kata dia.

    Guruh berpendapat, pemberian gelar kepahlawanan sering kali diwarnai kepentingan politik tertentu, sesuai dengan pemerintahannya. “Pemerintahan yang satu dengan yang lain seakan tak punya benang merah,” ujar dia. Sebagai putra dari Soekarno, Guruh mengaku masih ada sejumlah ganjalan terkait pemberian gelar itu.

    Salah satu yang menjadi hambatan adalah belum dicabutnya Tap MPRS No. 33/MPR/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Negara dari Presiden Sukarno. Keputusan tersebut menempatkan Bung Karno sebagai pengkhianat dan terlibat dalam peristiwa G30S/PKI. “Tap MPR ini yang menzalimi dan menyakiti Bung Karno.”

    Sebelum ketetapan itu dicabut, ujar Guruh, pemerintah masih membiarkan penzaliman terhadap Bung Karno. “Sudah berapa kali pemerintahan, Tap MPR itu tak pernah dicabut, padahal sudah banyak partai politik yang meminta keputusan itu dicabut,” kata dia.

    Upacara pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soekarno dan Hatta akan diselenggarakan di Istana Merdeka pukul 11 siang. "Keputusan Presidennya ditandatangani sore ini," kata Djoko Suyanto, Ketua Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Selasa 6 November 2012.

    Namun, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ini enggan menjelaskan alasan pemberian gelar. Dia memastikan pemberian gelar ini sudah melalui sidang dewan gelar kehormatan. "Besok pagi Presiden yang akan menjelaskan alasan pemberian tanda gelar," kata Djoko.

    SUBKHAN

    Berita lain:
    Soekarno-Hatta Resmi Jadi Pahlawan Nasional

    Guruh Kritik Gelar Pahlawan Nasional Bung Karno
    Jawa Timur Desak Soekarno dan Gus Dur Menjadi Pahlawan Nasional

    Tiga Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 

    Douwes Dekker Punya Bakat Jurnalistik Sejak Remaja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.