Dahlan Belum Lapor, KPK Sudah Tahu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdullah Hehamahua. TEMPO/Seto Wardhana

    Abdullah Hehamahua. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COSamarinda - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau perkembangan kasus peminta upeti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Badan Kehormatan DPR. "Kami pasti pantau terus," kata penasehat KPK Abdullah Hehamahua, Selasa 6 November 2012.

    Dia mengaku para petugas KPK saat ini sedang menanti kelanjutan dari laporan Dahlan ke Badan Kehormatan. "Jika ada laporan lengkap ke KPK, akami akan proses," katanya lagi. "Apalagi kalau sudah ada nama-namanya," kata Hehamahua.

    Senin lalu, Dahlan Iskan membeberkan dua nama peminta upeti BUMN ke Badan Kehormatan DPR. Kedua politikus ini disebut meminta jatah kepada sejumlah BUMN yakni PT Merpati, PT PAL dan PT Garam yang mendapat suntikan dana penyertaan modal negara.

    Badan Kehormatan DPR mengungkapkan bahwa nama yang disebut Dahlan adalah Idris Laena (Golkar) dan Sumaryoto (PDIP). Mereka berdua sudah membantah tudingan Dahlan. Sejumlah pengamat meminta Dahlan melaporkan kasus ini ke KPK.  

    FIRMAN HIDAYAT

    Berita Terpopuler:
    Ini Nama Dua Anggota DPR yang Disebut Dahlan  

    Terduga Peminta Upeti Punya Gedung Mewah 

    Jika Enam Ruas Tol Jadi Dibangun, Jokowi Digugat

    Peminta Upeti BUMN Terkait Penyertaan Modal 

    Gara-gara Sandy, Orang Terkaya Rugi Rp 40 Triliun  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).