Istana: Tak Ada Barter Tangguh dan Gelar Ksatria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Istrinya Ani Ani Yudhoyono saat foto bersama dengan Ratu Inggirs Elizabeth dan pangeran Philip diruang musik dalam jamuan negara di Istana Buckingham di London, (31-10). REUTERS/Dan Kitwood/pool

    Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Istrinya Ani Ani Yudhoyono saat foto bersama dengan Ratu Inggirs Elizabeth dan pangeran Philip diruang musik dalam jamuan negara di Istana Buckingham di London, (31-10). REUTERS/Dan Kitwood/pool

    TEMPO.CO, Jakarta -Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah membantah isu adanya tukar guling antara pemberian konsesi proyek gas Tangguh Train 3 kepada British Petroleum dengan pemberian gelar Knight Grand Cross in the Order of Bath.

    Walau diakuinya persetujuan diberikan usai Ratu Elizabeth II memberikan gelar kepada Presiden, keduanya tidak memiliki keterkaitan.  "Pemberian gelar karena Presiden dianggap mampu menjaga hubungan bilateral Indonesia-Inggris, proses demokratisasi, dan lingkungan hidup," kata Firmanzah, melalui pesan singkat, Jumat,  2 November 2012.

    Apalagi, kata mantan dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, persetujuan proyek Tangguh baru berupa nota kesepahaman. Sedangkan masalah teknis  masih harus dibahas oleh menteri terkait. 
    Tangguh Train 3 baru beroperasi 2015 dan  berproduksi  2018. "Dengan minimum 40 persen produksi untuk gas dalam negeri," dia menjelaskan.

    Sebelumnya, Perdana Menteri David Cameron menyampaikan kegembiraannya kepada Presiden Yudhoyono atas persetujuan Indonesia untuk British Petroleum. Dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Inggris, BP baru saja menandatangani proyek pembangunan fasilitas Liquid Natural Gas senilai US$ 12 miliar atau sekitar Rp 114 triliun. 

    "Ini merupakan sebuah terobosan luar biasa bagi pertumbuhan perdagangan dan investasi Inggris di pasar berkembang Indonesia," kata David, di rumah dinasnya di Downing Street 10, London, Kamis 1 November 2012.

    Dikutip dari Reuters, persetujuan tersebut untuk ekspansi lapangan gas Tangguh. BP menjanjikan ekspansi ini akan diutamakan untuk pasar domestik Indonesia. Sebanyak 40 persen produksi  Tangguh Train 3    akan dialirkan kepada PT Perusahaan Listrik Negara.

    Tangguh Train 3 masih membutuhkan Keputusan Investasi Final dan berbagai persetujuan pemerintah lain.  Tangguh Train 1 dan 2  saat ini hampir semuanya diekspor untuk kebutuhan Cina, Korea Selatan, berbagai negara Asia, dan Amerika Serikat.

    Selain dialirkan kepada PLN, rencana investasi juga mencakup proposal mengalirkan gas dan listrik ke  Teluk Bintuni, Papua Barat, lokasi Lapangan Gas Tangguh. Sebanyak 4 Megawatt listrik rencananya akan dialirkan mulai Januari 2013.

    ARYANI KRISTANTI

    Berita Terpopuler:
    Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora

    Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 

    Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?

    Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang

    Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.