Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neneng Sri Wahyuni bercengkerama dengan Angelina Sondakh sebelum menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakawaan di pengadilan tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/11). TEMPO/Seto Wardhana

    Neneng Sri Wahyuni bercengkerama dengan Angelina Sondakh sebelum menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakawaan di pengadilan tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/11). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta:Terdakwa kasus suap Wisma Atlet dan proyek universitas Angelina Sondakh mengakui adanya pertemuan dirinya dengan Menpora Andi Mallarangeng, bos Grup Permai M. Nazarudin dan Ketua Komisi Olahraga Mahyudin, dan Wafid Muharam di kantor Andi. "Benar pertemuan itu ada," kata Angie dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis, 1 November 2012.

    Namun, Angie membantah tujuan pertemuan membahas proyek Sea Games. "Saya kira Pak Wafid salah paham. Itu pertemuan kami sebagai kader Demokrat setelah Andi terpilih menjadi Menpora."

    Dalam kesaksiannya, Wafid mengaku pernah dua kali bertemu dengan terdakwa Angie. "Pertama di lantai 10 Kemenpora (kantor Andi) dan di sebuah restoran di Senayan," ujar dia. Menurut Wafid, dalam pertemuan itu terdapat pembahasan soal Sea Games. "Tapi tidak bahas anggaran."

    Wafid mengklaim tak tahu menahu soal agenda dua pertemuan itu. "Saya hanya mendampingi Pak Menteri."

    Hakim mempertanyakan kehadiran Nazarudin dalam pertemuan di kantor Menteri Andi. "Dia kan bukan Komisi Olahraga, untuk apa ada di sana?" kata Hakim Sudjatmiko pada Wafid. Dia tegas menjawab tak tahu soal itu. "Saya hanya mendampingi saja."

    Hari ini, Angie, sapaan Angelina, menjalani sidang pemeriksaan saksi. Politikus Partai Demokrat itu sebelumnya didakwa menerima suap Rp 12,58 miliar dan US$ 2,35 juta terkait penganggaran proyek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2010-2011.

    "Terdakwa selaku anggota DPR menerima hadiah dari Permai Grup, yang sebelumnya dijanjikan Mindo Rosalina Manulang. Padahal, patut diketahui, janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu sesuai jabatannya," kata jaksa Agus saat membacakan dakwaan dalam sidang tuntutan, Kamis, 6 September 2012.

    Angie dijerat tiga dakwaan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dalam dakwaan, jaksa menyebutkan komisi diberikan agar Angie menggiring proyek di sejumlah universitas, yang anggarannya dialokasikan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga dituding menggiring program pengadaan sarana dan prasarana di Kementerian Pemuda dan Olahraga agar dimenangkan oleh Grup Permai milik bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

    Menurut Agus, uang itu diberikan sebagai imbalan karena terdakwa sebagai anggota Badan Anggaran DPR menyanggupi atau mengusahakan agar anggaran proyek pada perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta program pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga dikerjakan Grup Permai atau pihak lain yang berkaitan dengan Grup Permai.

    SUBKHAN

    Berita Terpopuler
    Tiap Ditanya Soal Hambalang, Andi Ucapkan Kalimat Ini

    Upeti DPR, Bambang Soesatyo Tanya BS ke Dahlan 

    3 Tersangka Simulator SIM Bebas 

    Lima Penyidik KPK Mengundurkan Diri

    Perdalam Kasus Hambalang, KPK Geledah Empat Tempat  

    Neneng Sri Wahyuni Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara 

    Wafid Muharram Akan Buka Kasus Wisma Atlet

    Koruptor Pengerukan Batanghari, Jambi, Dibui

    KPK: Gugatan Polri Sengaja Kacaukan Penyidikan

    KPK Jawab Polri Setelah Pemeriksaan Tersangka Simulator  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.