Denny Kuliahi Dosennya di Melbourne  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Indrayana. ANTARA/Wahyu Putro A

    Denny Indrayana. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana menyampaikan kuliah umum di Universitas Melbourne, Australia, tempat dirinya sempat menuntut ilmu untuk pendidikan doktoralnya. Dalam kuliahnya yang berdurasi satu jam ia mebawakan tema Transisi Demokrasi Indonesia: Perang Melawan Korupsi.

    Hampir 200 orang undangan memenuhi ruangan kuliah umum Universitas Melbourne Kamis, 1 November 2012, malam. Mereka terdiri dari para civitas akademika Universitas Melbourne, Pejabat Konsulat Jenderal RI di Melbourne, mahasiswa Sekolah Hukum Universitas Melbourne, serta masyarakat Indonesia di Melbourne.

    "Istimewanya dua orang pembimbing tesis Saya hadir, mereka tahu betul masa sulit Saya saat kuliah," katanya disambut gelak tawa hadirin. Kuliah mantan aktivis Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM itu dimulai dengan cerita dirinya saat pertama kali mampir ke Melbourne. Terutama soal bagaimana sulitnya membagi waktu antara bekerja di pasar dengan studinya yang dikejar tenggat.

    "Selain lulus dari Universitas Melbourne, saya juga lulusan Universitas Victoria Market -pasar ternama di Melbourne tempat Denny mencari nafkah sembari studi," katanya sambil menunjukan video dokumentasi saat ia bekerja menutup los dagangan di pasar itu. Penjelasan ini jelas memancing gelak tawa hadirin sebab memang banyak orang Indonesia yang bekerja paruh waktu di pasar Victoria demi mengakali hidup di negeri jauh.

    Panggung yang dipakai Denny untuk memberikan kuliah, cukup prestisius. Sebab panggung yang sama pernah digunakan oleh orang penting dari berbagai negara, seperti Perdana Menteri Julia Gillard dan Perdana Menteri Timor leste, Xanana Gusmao.

    Soal gerakan antikorupsi yang dikaitkan dengan Hak Asasi Manusia di Indonesia, Denny menerangkan banyak kemajuan. Beberapa cerita keberhasilan KPK dalam mengungkap kasus, seperti kasus Gayus, dijadikan contoh olehnya. Namun, diantara keberhasilan itu ia kemudian mengaku kalau selama ini, belum ada koordinasi yang baik dari semua penegak hukum.

    "Namun yang jelas Korupsi harus diberantas sebab Korupsi adalah musuh utama Hak Asasi Manusia," katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

    Usai kuliah, TEMPO sempat sedikit berbincang dengan Tim Lindsey mengemukakan kebanggannya terhadap mahasiswa bimbingannya itu. Ia mengatakan perang terhadap korupsi di Indonesia memang menjadi proses yang terus menerus diperjuangkan. "Dan kali ini saya rela dikuliahi mantan mahasiswa saya," ujar Direktur Asian Law Melbourne University itu sambil tersenyum.

    SANDY INDRA PRATAMA (MELBOURNE)

    Berita Terpopuler
    Bedanya Jokowi dengan Fauzi di Mata Kementerian PU

    Dahlan: Ada yang Ingin Saya Dicopot dari Kabinet

    Tiap Ditanya Soal Hambalang, Andi Ucapkan Kalimat Ini

    Upeti DPR, Bambang Soesatyo Tanya BS ke Dahlan 

    Jokowi Hidupkan Kembali Kerja Sama Jakarta-Bandung

    3 Tersangka Simulator SIM Bebas  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.