Perdalam Kasus Hambalang, KPK Geledah Empat Tempat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hambalang Bogor. Tempo/Arihta U Surbakti

    Hambalang Bogor. Tempo/Arihta U Surbakti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggeledah beberapa tempat untuk mendalami kasus korupsi pusat pendidikan olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Kamis, 1 November 2012. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan, penggeledahan dilakukan di empat tempat.

    "Ada sekitar empat lokasi yang digeledah, tetapi saya belum tahu di mana tempat persisnya," kata Johan saat dihubungi melalui telepon selulernya, siang ini.

    Informasi yang berkembang, salah satu lokasi penggeledahan adalah PT APA di kawasan Senayan, Jakarta. Namun Johan menyatakan belum tahu tentang informasi tersebut. "Kami tidak dikasih tahu di mana tempatnya," ujar dia.

    Penggeledahan terkait kasus Hambalang sudah kerap dilakukan lembaga antikorupsi. Pada Juli lalu, KPK menggeledah sekitar tujuh lokasi, di antaranya kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, serta kantor Kementerian Pekerjaan Umum. Johan belum mengetahui hasil dari penggeledahan tersebut. Menurut dia, penggeledahan masih berlangsung. "Belum ada informasinya."

    Kasus ini telah menyeret Deddy Kusdinar sebagai tersangka pertama. Deddy, yang kala itu menjadi pejabat pembuat komitmen Kementerian Olahraga, diduga telah menyalahgunakan kewenangan dengan menggelembungkan anggaran sehingga menimbulkan kerugian negara dalam proyek senilai Rp 1,077 triliun tersebut.

    Rasuah pembangunan kompleks pembinaan atlet nasional ini terungkap saat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, buka suara. Nazar menuding proyek itu sudah "dimainkan" oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

    Menurut Nazar, Anas mendapat imbalan Rp 50 miliar yang digunakan sebagai dana pemenangan kongres Partai Demokrat di Bandung. Andi mendapat Rp 20 miliar. Ada lagi Rp 30 miliar mengalir ke Komisi Olahraga DPR. Namun, semua pihak membantah tudingan Nazar tersebut.

    TRI SUHARMAN

    Berita Lainnya:
    Disney Akuisisi Perusahaan Film Pembuat Star Wars
    Kate Moss Bongkar Penderitaan di Dunia Modeling
    Neneng Keberatan Disebut Direktur Keuangan
    Bukti Loyalitas Kaka untuk Madrid
    Pilihan Perusahaan Tempat Forstall Berlabuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.