KPK Mulai Bidik Pimpinan Badan Anggaran DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olly Dondokambey (kiri), Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir dan Tamsil Linrung (kanan). TEMPO/Imam Sukamto

    Olly Dondokambey (kiri), Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir dan Tamsil Linrung (kanan). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya mengembangkan pengusutan kasus Wa Ode Nurhayati, terpidana kasus suap dana penyesuaian infrastruktur daerah dengan membuka penyelidikan baru. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengisyaratkan dimulainya penyelidikan mengenai keterlibatan pimpinan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 29 Oktober 2012.

    "Penyelidikan ini terkait fakta persidangan serta informasi yang disampaikan terdakwa maupun saksi," kata Johan.

    Informasi yang disampaikan Wa Ode selaku terdakwa saat itu hampir seluruhnya terkait keterlibatan pimpinan Badan Anggaran DPR. Politikus Partai Amanat Nasional itu menyatakan bagi-bagi jatah proyek di lingkungan Banggar sudah menjadi hal biasa. Dalam proyek dana penyesuaian infrastruktur daerah misalnya, nama-nama daerah dalam dokumen diberi tanda warna, seperti merah, biru, atau kuning, ataupun diberi kode K atau P, P1, P2, P3, dan P4. Warna dan kode itu disebut-sebut sebagai sandi untuk bos-bos Banggar, sedangkan K adalah sandi untuk pimpinan DPR.

    Ketika bersaksi di pengadilan, Kepala Sub-Bagian Rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Nando, mengatakan pembagian alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah dilakukan pemimpin Banggar tanpa melalui rapat. Pemimpin Banggar yang dimaksud adalah Melchias Marcus Mekeng (Golkar), Mirwan Amir (Demokrat), Tamsil Linrung (PKS), dan Olly Dondokambey (PDIP).

    Johan membenarkan informasi tentang kode-kode tersebut. Dia menegaskan semua informasi yang terungkap dalam persidangan dapat dijadikan bahan pengusutan. "Akan melalui proses validasi apakah dikategorikan bisa didukung bukti-bukti yang kuat apa tidak," ujarnya.

    Menurut Johan, penyelidikan baru ini akan dimulai dengan pemanggilan Sefa Yolanda, sekretaris pribadi sekaligus tenaga ahli Wa Ode hari ini.

    TRI SUHARMAN

    Berita Terpopuler:
    Dahlan Akan Buka Oknum DPR Peminta Jatah ke BUMN

    Kisah Jenderal Pramono Edhi dan Makelar Senjata 

    Ketika Senjata Tempur TNI Sudah Tua dan Lelah

    Siasat Dagang Makelar Senjata 

    9 Modus Upeti ke DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.