Suara Alfred Simajuntak Masih Lantang dan Empuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Partitur lagu 'Bangun Pemudi Pemuda' yang diciptakan Alfred Simanjuntak pada tahun 1943, yang ilhamnya datang saat ia sedang berada di kamar mandi. Waktu itu, menurut Alfred, Indonesia memerlukan lagu kebangsaan yang mampu mengobarkan semangat kemerdekaan. TEMPO/Praga Utama

    Partitur lagu 'Bangun Pemudi Pemuda' yang diciptakan Alfred Simanjuntak pada tahun 1943, yang ilhamnya datang saat ia sedang berada di kamar mandi. Waktu itu, menurut Alfred, Indonesia memerlukan lagu kebangsaan yang mampu mengobarkan semangat kemerdekaan. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika membuat janji wawancara dua pekan lalu, Tempo tidak menyadari jika yang berbicara di ujung telepon adalah Alfred Simanjuntak. Suara pria pengarang lagu ini amat empuk, dan terdengar masih segar dan merdu.

    Selain ahli menciptakan lagu, Alfred juga memiliki vokal yang baik. Pria 92 tahun ini menyajikan keahlian memencet piano sambil bernyanyi di sela-sela wawancara di kediamannya, di Bintaro, Tangerang. Suaranya tinggi, napasnya masih kuat, dan artikulasinya masih jelas.

    Alfred selalu disiplin dan menjaga kualitas vokalnya dengan tidak merokok. “Jangan merokok, jangan makan pedas, dan jangan makan gorengan. Itu semua bisa merusak pita suara. Saya enggak pernah merokok, karena bikin kanker, kantong kering,” Alfred tertawa.

    Lalu Alfred mengajak Tempo untuk melatih vokal dan mengambil nada mengikuti arahannya. “Do re mi fa sol la si doooooo….” Napas pencipta 42 lagu ini terlihat masih kuat untuk mengambil nada tinggi, sedangkan Tempo kepayahan mengikutinya.

    Di rumah yang terlihat rapi dan bersih banyak terpampang foto dirinya dengan sang istri, Alida, serta anak-anak dan cucunya. Di atas almari juga terlihat beberapa penghargaan yang didapatnya selama berkarier menjadi guru dan musikus.

    “Saya banyak dapat penghargaan, tapi dari sekolah, universitas, gereja. Tapi tidak ada dari pemerintah, belum pernah ada pemerintah datang ke sini. Saya juga tidak pernah mendapat undangan menghadiri HUT RI di Istana, dan tak dianggap veteran,” tutur Alfred sambil menunjuk beberapa penghargaan miliknya.

    “Mungkin pemerintah tidak kenal siapa Alfred Simajuntak itu, Batak-Batak siapa ini,” katanya sambil terbahak.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Terpopuler:
    Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK
    Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK
    Dirut RNI siap Ungkap Anggota DPR Peminta Upeti

    Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat?

    Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.