Marzuki Alie Tersinggung oleh Dahlan Iskan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marzuki Alie. TEMPO/Ratih Purnama

    Marzuki Alie. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie, merasa tersinggung dengan pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, mengenai adanya anggota DPR yang memeras kementeriannya. "Kalau menyebut oknum tidak apa-apa, tetapi ini kan disebutnya anggota. Harus hati-hati kalimatnya," ujar Marzuki, Kamis, 25 Oktober 2012.

    Ia meminta Dahlan untuk membuktikan pernyataannya tersebut. "Kalau ada anggota DPR yang minta, laporkan dong. Jangan seperti itu. Akhirnya, hubungan menjadi tidak baik."

    Marzuki menampik dugaan sikap Dahlan sebagai bagian dari pencitraan. "Kami menganggap itu bagian dari pekerjaan. Kami tidak bicara soal pencitraan," kata dia.

    Menteri Dahlan diberitakan melapor kepada Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, terkait adanya surat edaran yang berisi imbauan kepada jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu, dan semua pimpinan lembaga pemerintahan non-kementerian untuk mengawal dengan benar perencanaan dan pelaksanaan program. Dipo kemudian menerbitkan surat agar jajaran direksi BUMN menolak oknum DPR yang meminta jatah.

    Akibatnya, hubungan antara mantan bos PLN itu dan DPR pun memanas. Terlebih lagi dengan absennya Menteri Dahlan dari rapat dengan Komisi Energi pekan ini. Komisi Energi pun meminta pimpinan DPR untuk menindak tegas Dahlan.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Baca juga:
    Dahlan: Saya Ikhlas Masuk Penjara

    Ancaman Pemanggilan DPR, Ini Respons Dahlan Iskan
    Panas-Dingin Dahlan Iskan versus DPR
    Lima Alhamdullilah Dahlan Iskan Soal Ancaman DPR

    Tak Hadir Rapat DPR, Dahlan Bisa Dipanggil Paksa

    Dahlan Iskan Siap Jelaskan Dugaan Korupsi PLN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.