Jumat, 16 November 2018

Dua WNI Divonis Hukuman Mati di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri

    Ilustrasi bunuh diri

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Frans Hiu, 22 tahun, dan Dharry Frully Hiu, 20 tahun, dua WNI asal Pontianak, Kalimantan Barat divonis hukuman gantung sampai mati oleh Mahkamah Tinggi Shah Alam, Selangor, Keduanya didakwa membunuh Kharti Raja, warga Negara Malaysia beretnis India pada 3 Desember 2010 lalu.

    Sidang putusan kedua WNI ini berlangsung pada Kamis 18 Oktober 2012 hari ini. Hakim tunggal Nur Cahaya Rashad mengabulkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Zainal Azwar. Mereka dijerat dengan pasal 302 Undang-undang pidana Malaysia dengan hukuman maksimal gantung sampai mati.

    Kasus Frans dan Dharry menambah panjang jumlah tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang diancam hukuman mati. Migrant Care sebelumnya menyebut ada sekitar 300 tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di Malaysia. Mereka dituduh melakukan kejahatan pembunuhan dan pemerkosaan. Ratusan TKI tersebut berada di sejumlah penjara di Kuala Lumpur, Sabah, dan Serawak.

    MASRUR (KUALA LUMPUR)



    Berita Lainnya:
    Kenapa Istilah Ciyus, Miapah Populer?
    Berbikini, Novi Amilia Suka Lari-lari di Apartemen 
    Ditahan, Nikita Mirzani Menangis 
    Model Novi Amilia Langganan Dibopong Satpam 
    Novi Amilia Siap Beri Ganti Rugi Korban
    Didukung Dahlan, Jokowi Urus Monorel Hingga Kopaja  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.