Senin, 17 Desember 2018

Unair Tiru 'Indonesia Mengajar' Ala Anis Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anis Baswedan. ANTARA/Regina Safri

    Anis Baswedan. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.COSurabaya - Terinspirasi sukses gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan, sejumlah kampus meluncurkan program serupa. Salah satunya adalah Program Scolah Unair Mengajar yang dilakukan Universitas Airlangga, Surabaya.

    Dengan slogan “Memberi Harapan, Menebar Inspirasi, Membangun Mimpi” program ini diharapkan memberi warna pendidikan yang lebih segar bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah Jawa Timur. Pada angkatan pertama ini, Scolah Unair Mengajar menerjunkan 30 mahasiswa relawan pengajar muda. Mereka diseleksi dari beberapa jurusan yang ada di Unair.

    “Progam ini tidak ada hubungannya antara organisasi Indonesia Mengajar dengan Scolah Unair Mengajar, melainkan ada keterikatan emosional saling sharing dan harus saling mendukung,” kata Ketua Yayasan Indonesia Mengajar, Anis Baswedan, saat peluncuran Scolah Unair Mengajar di kampus Unair, Rabu, 17 Oktober 2012. Turut hadir dalam acara ini tersebut para Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan II dari wilayah Jawa Timur.

    Anis mengatakan program-program mengajar ini penting karena pendidikan harus menjadi tanggung jawab semua orang. Makanya, semua harus ikut bergerak dan turun tangan. Ia yakin anak-anak muda di Kota Surabaya punya semangat besar untuk itu. “Saya rasa teman-teman yang ada di Surabaya ini adalah yang meneruskan semangat perjuangan para pahlawannya. Karena selama ini Surabaya adalah Kota Pahlawan,” kata Anis.

    Ketua Program Scolah Unair Mengajar, Royan Dawud Aldian, mengatakan program ini mentargetkan bisa mengirimkan pengajar-pengajar muda ke sekolah-sekolah yang infrastruktur, sarana, dan prasarananya masih minim di Jawa Timur. “Untuk pendanaan  kami selaku panitia masih dari donatur maupun sponsor,’’ kata mahasiswa Teknoiomedik Unair itu.

    Menurut Royan, gerakan Program Seolah Unair Mengajar ini lahir karena Kota Surabaya-- yang meski sudah bergelar kota metropolitan--secara pendidikannya belum mencerminkan perkembangan menggembirakan. Masih ada sebagian dari mereka yang termarjinalkan sampai saat ini. “Gerakan ini aka ada sampai masalah pendidikan ini tuntas,” kata Royan.

    Dian Novita Fitriani, mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Perpustakaan sekaligus Ketua Divisi Rekrutmen Scolah Unair Mengajar, mengatakan lokasi pengajar akan dipusatkan di tiga titik. Pertama: di rumah belajar, di daerah Panjang Jiwo; kedua, di rumah belajar Suko Manunggal, dan SD binaan Sukoharjo.

    BUDI SANTOSO

    Berita terpopuler lainnya:
    Dua Polisi yang Hilang di Poso Ditemukan Tewas 

    Foto Syur Novi Amilia Tersebar di Balikpapan

    Manggung, Dada Jennifer Lopez Menyembul

    Novel Diincar Kepolisian Lewat Yuri?

    Akui Divasektomi, Limbad Siap Tes DNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".