Gunung Awu Masih Berstatus Awas

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Gunung api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, masih berstatus awas. Meski kondisi dan aktivitas Gunung Awu mulai menurun, status awas masih tetap dipertahankan. "Hari ini kondisi relatif menurun, (namun) tetap awas," kata Kepala Seksi Sub Direktorat Pengamatan Gunung Api Indonesia Timur, Saut Simatupang, Jumat (11/6). Menurut Saut, letusan masih terjadi Kamis (10/6), sedangkan Jumat hanya terjadi dua gempa hembusan. Berdasarkan rekaman pada alat seismograf, sejak Jumat pukul 06.00 Wita, kegiatannya menurun. Tapi, untuk pengungsi masih belum diizinkan untuk kembali ke rumah.Selain Awu, ada dua gunung berapi di Sulawesi Utara yang berstatus waspada, yakni Lokon dan Karangetang.Gunung Lokon di Kota Tomohon, yang belakangan ini mulai menunjukkan peningkatan gempa vulkanik. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulawesi Utara, RLE Mamesah mengatakan khusus untuk Gunung Awu, aktivitasnya cenderung menurun. Tapi, status tetap pada level IV atau awas. "Warga diminta untuk tetap siaga,"katanya. Dari 29 ribu warga yang tinggal di sekitar Gunung Awu, sekitar 20 ribu warga telah diungsikan ke beberapatempat penampungan. Untuk membantu evakuasi dan pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan, pihak TNIAngakatan Laut juga telah menyiagakan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) di Pelabuhan Samudera Bitung.Selain itu, di Tahuna, Angkatan Laut juga bersama-sama pemerintah daerah telah melakukan evakuasi warga ketempat yang aman.Verrianto Madjowa - Tempo News Room





Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

7 Maret 2022

Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pemantau Longsor di Banjarnegara

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menciptakan alat pemantau longsor. Alat tersebut sudah dipasang di Banjarnegara.


Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

20 November 2021

Longsor Banjarnegara, 4 Orang Ditemukan Tewas

Longsor Banjarnegara pada Jumat malam menimpa dua rumah warga.


Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

2 November 2019

Longsor di Banjarnegara Disebabkan Tanggul Irigasi Jebol

Longsor ini menyebabkan dua rumah tertimbun dan satu orang meninggal.


Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

2 November 2019

Longsor di Banjarnegara, Satu Orang Meninggal Dunia

Retakan tanah tersebut berlokasi di sebelah timur rumah yang kemudian tertimbun longsor.


Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

25 September 2016

Longsor di Banjarnegara 1 Orang Tewas

Rumah itu tertimpa reruntuhan tanah dan menewaskan satu orang dan delapan anggota keluarga lainnya luka-luka.


3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

19 Juni 2016

3 Warga Banjarnegara Jadi Korban Longsor Susulan

Ketiga korban sedang membersihkan longsor saat terjadi
longsor susulan.


Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

19 Juni 2016

Longsor Banjarnegara, Enam Korban Sudah Dimakamkan

Korban meninggal di Grumbul Wanarata disebabkan tertimbun material longsor susulan saat sedang bekerja bakti menyingkirkan longsoran.


Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

19 Juni 2016

Longsor di Banjarnegara, 6 Warga Meninggal

Enam orang yang meninggal sudah dievakuasi, sementara satu korban masih dalam pencarian.


Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

13 April 2016

Darurat Longsor Banjarnegara Berakhir, Potensi Lonsor Masih Ada

Potensi longsor masih ada apabila curah hujan tinggi.


Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

31 Maret 2016

Longsor Banjarnegara, Warga Kuras Kolam Ikan  

Longsoran diperkiraan sudah bergerak sejauh 2-3 kilometer dari ujung hingga bawah. Sedang lebar longsoran 100 -200 meter.