PNS Atheis Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alexander di Mapolres Dharmasraya. TEMPO/Andri El Faruqi

    Alexander di Mapolres Dharmasraya. TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO , Padang - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dharmasaraya Sumatera Barat yang mengaku atheis,  Alexander Aan dihukum 2,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung.

    Hukuman itu dijatuhkan bukan karena Alexander tak mengakui adanya Tuhan, melainkan lantaran dianggap melanggar Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pada 14 Juni lalu, ia dihukum lantaran melakukan penistaan agama melalui jejaring sosial Facebook.

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang kemudian mengajukan banding atas putusan pengadilan tinggi. Namun bandingnya ditolak. "Kami sudah mengajukan kasasi," kata Wakil Direktur LBH Padang, Roni Saputra, Kamis 11 Oktober 2012.

    Menurut dia, tudingan penistaan agama yang dituduhkan kepada Alexander keliru. Menurut Roni, Alex tidak melakukan penistaan agama. "Teman yang juga sebagai pelapor yang melakukan itu," ujar Rono.

    Selain dihukum 2,5 tahun penjara, Alexander yang didakwa sengaja menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA itu juga wajib membayar denda Rp 100 juta atau diganti dengan hukuman 3 bulan penjara.

    Ia berharap, ada dukungan dari komunitas-komunitas internasional terhadap kasus ini. "Sebelumnya, banyak petisi-petisi yang mendukung Alexander. Kami berharap komunitas-komunitas internasional bisa melakukan Amicus Brief (komentar tertulis kepada Mahkamah Agung)," ujanya.

    ANDRI EL FARUQI

    Berita terpopuler lainnya:
    Perselingkuhan Ibu Negara Prancis Terungkap
    Neneng Sri Wahyuni Cemburu Kepada Angie

    Uma Thurman Bintangi Film Beradegan Seks Nyata 

    Dahlan Iskan: Ada BUMN Jadi Mayat 

    Wakapolri Akui Ada Korupsi di Kepolisian 

    KPK Bidik Penggiring Proyek dari Senayan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.