Fatwa MUI: Infotainment Haram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infotainment

    Infotainment

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk tayangan infotainment. Fatwa haram berlaku baik bagi televisi penayang maupun pemirsanya.

    Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Abdul Halim menjelaskan, fatwa tersebut disahkan Ketua Komisi Fatwa MUI melalui pleno dalam musyawarah nasional (munas) di Jakarta.

    "Menurut ketentuan umum fatwa mengenai infotainment, menceritakan aib, kejelekan, gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram," ujar kiai yang biasa disapa Ajengan Elim ini di Cianjur, Jawa Barat Selasa, 9 Oktober 2012.

    Dalam rumusan fatwa tersebut, kata dia, disebutkan upaya membuat berita yang mengorek dan membeberkan aib, kejelekan, dan gosip adalah haram. "Begitu juga dengan mengambil keuntungan dari berita yang berisi tentang aib dan gosip, dinyatakan hukumnya haram oleh MUI," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Ajengan Elim menyambut baik fatwa haram untuk infotainment tersebut. "Hal ini untuk menekan beredarnya tayangan-tayangan yang dinilai bertentangan dengan norma agama," ucapnya. Dia meminta seluruh warga Kabupaten Cianjur untuk lebih bisa memilih acara yang bermanfaat. "Pilihlah acara-acara televisi yang lebih bermanfaat."

    DEDEN ABDUL AZIZ

    Berita Terpopuler
    Adrie Subono Puas Datangkan Maroon 5

    Marak Pembajakan, Boyband 1D Ogah ke Indonesia

    Konser Akhir Pekan, Tiket Bigbang Masih Ada

    Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia

    Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...