Kisruh Polri-KPK, Apa Kata Djoko Suyanto?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto (kanan) menerima kenang-kenangan dari Ketua KPK Abraham Samad pada pembukaan South East Asia Parties Against Corruption (SEAPAC) di Yogyakarta, (11/9). ANTARA/Regina Safri

    Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto (kanan) menerima kenang-kenangan dari Ketua KPK Abraham Samad pada pembukaan South East Asia Parties Against Corruption (SEAPAC) di Yogyakarta, (11/9). ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto berharap komunikasi antara pimpinan Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi dapat lebih intensif. "Untuk menghindari dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang," kata Djoko melalui pesan pendek kepada Tempo, Minggu malam, 7 Oktober 2012.

    Permintaan ini merupakan salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Djoko dan tiga pemimpin komisi antikorupsi di kediaman dinas Menko Polhukam, Ahad siang, pukul 13.00. Tiga pemimpin KPK yang hadir yakni Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Busyro Muqodas serta Bambang Widjojanto.

    Dalam pertemuan itu, Djoko juga berharap agar pimpinan komisi antirasuah tersebut segera melakukan pertemuan dengan Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo untuk menuntaskan kekisruhan yang terjadi. Pertemuan juga merumuskan dan merundingkan solusi terbaik agar pemberantasan korupsi tetap terus berjalan.

    Kisruh Polri dengan KPK memanas dengan kedatangan sejumlah anggota Polri dari Kepolisian Daerah Bengkulu, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Markas Besar Polri ke kantor KPK Jumat malam 5 Oktober 2012 lalu. Mereka, yang sebagian tidak menggunakan seragam, ditengarai hendak menjemput paksa seorang penyidik senior di KPK bernama Novel Baswedan.

    Usaha ini digagalkan Ketua KPK Abraham Samad bersama anggota lain, seperti Bambang Widjojanto. Bahkan, kalangan penggiat antikorupsi serta aktivis mahasiswa ikut membentengi gedung KPK dari penggerebekan polisi. Novel dituduh bertanggung jawab atas penganiayaan enam pencuri walet sehingga meninggal pada 2004.

    Pemimpin KPK menduga tuduhan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap penyidiknya. Sebab, Novel adalah penyidik berbagai kasus besar korupsi, seperti kasus korupsi simulator kemudi. Novel juga yang memeriksa tersangka simulator kemudi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

    PRIHANDOKO



    Berita Lainnya:
    Novel Tak Ada di Lokasi Penganiayaan
    Polri: Kapolri Tak Perlu Tanggung Jawab
    Profil Novel Baswedan, Penyidik yang Lurus Hati
    Abraham Samad:Teror ke Penyidik KPK Tekanan Psikis
    Lamban Tengahi KPK-Polri, Apa Kepentingan SBY?
    Awas, KPK Akan Terus Diserang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.