Kekurangan dan Kelebihan Alutsista Lokal versi TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati beberapa produk militer produksi PT. Pindad pada pameran RHari Kebangkitan Teknologi Nasional di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/8). TEMPO/Prima Mulia

    Pengunjung mengamati beberapa produk militer produksi PT. Pindad pada pameran RHari Kebangkitan Teknologi Nasional di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/8). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Jakarta:TNI Angkatan Darat akan memaksimalkan pengadaan alat utama sistem pertahanan produksi lokal. "Tak ada presentase khusus berapa persen. Sebesar-besarnya (alutsista lokal) yang ada akan kami pakai," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Kamis, 4 Oktober 2012.

    Edhie mengatakan TNI AD wajib menggunakan piranti utama militer yang sudah mampu diproduksi lokal. "Ada keunggulan tersendiri, antara lain mudah diperbaiki," ujar dia. Alutsista lokal, kata Edhie, mudah dicari suku cadangnya. "Bandingkan dengan barang produksi luar negeri yang harus kita pelajari dulu proses operasi ataupun perbaikan."

    Dia mencontohkan panser Anoa buatan Pindad yang mudah diperbaiki pasukan. "Softbreaker rusak bisa segera diperbaiki sendiri. Tidak repot," kata dia.

    Namun Edhie mengakui adanya sejumlah kelemahan industri dalam negeri. "Untuk teknologi, masih banyak yang belum kita kuasai," ujar adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Alutsista dari luar negeri, kata Edhie, akan diambil selama sesuai kebutuhan TNI AD. "Namun tak menggerus keuangan negara karena kami membuka skema government to government."

    Berkaitan Rancangan Undang-undang Industri Pertahanan yang sudah disetujui oleh DPR pada 2 Oktober lalu, Edhie menyambut baik. "Tanpa (RUU Inhan) diketok pun, kami wajib menggunakan alutsista lokal sepanjang memenuhi syarat," ujar dia.

    Edhie berharap industri pertahanan lokal dapat meningkatkan teknologinya. "Semoga semakin bisa disempurnakan," kata dia. Alutsista lokal sangat mampu untuk berjaya dan dihargai karena selalu mengalami penyempurnaan. "Itu sebabnya banyak dilirik negara tetangga dan bisa diekspor."

    SUBKHAN

    Berita Terpopuler
    3 Jurus Melumpuhkan KPK

    Abraham Samad Telpon Kapolri Soal Penyidik

    Revisi UU KPK, Partai-partai Balik Badan

    Polri Sebar Mantan Penyidik KPK ke Berbagai Polda

    Jumat Keramat, Abraham Tunggu Surat Penahanan Djoko

    Dikatakan Terima Duit, Angie Berusaha Berkelit  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.