Algojo Penumpas PKI Dibayar Rp 150 Ribu dan Beras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arifin C Noor (kedua dari kiri) saat syuting film G30S/PKI di Jakarta, 1984. Dok. TEMPO/Maman Samanhudi

    Arifin C Noor (kedua dari kiri) saat syuting film G30S/PKI di Jakarta, 1984. Dok. TEMPO/Maman Samanhudi

    TEMPO.CO , Kupang: Meski melakukan dengan sukarela, algojo penumpas anggota Partai Komunis Indonesia di Kabupaten Sikka, NTT, Frans de Romes, diberi Rp 150 ribu per orang dan beras sebanyak 5 karung ukuran 50 kilogram yang dibagi 10 algojo. Frans mendapat 25 kg beras.

    "Kami dibayar dengan beras dan uang Rp 150 ribu, setelah empat bulan," kata Frans ketika disambangi Tempo di kediamannya, Rabu, 19 September 2012.

    Pembantaian itu dilakukan para algojo selama empat bulan sejak Februari-Mei 1966. Frans merupakan satu di antara 10 penumpas anggota PKI di Kabupaten Sikka. Pria berusia 74 tahun ini mengaku membunuh sekitar 39 orang termasuk dua anggota keluarganya.

    Menurut Frans, selain membantai warga terduga PKI itu, mereka juga diperintahkan oleh Komando Operasi (Komop) untuk menggali lubang dan menguburkan orang terduga PKI yang dibantai secara massal. Sepuluh algojo itu mengeksekusi sedikitnya 239 orang yang diduga terlibat PKI.

    Dari 10 algojo itu, tersisa Frans yang masih hidup. Sedangkan sembilan algojo lainnya telah wafat. Frans pun hidup sengsara di sebuah gubuk di salah satu desa di Kabupaten Sikka, NTT.

    YOHANES SEO

    Berita lain:
    Tokoh di Balik Penghentian Pemutaran Film G30S

    Untuk Tabok PKI, Tentara Pinjam Tangan Rakyat

    Tiga Pesan Soeharto Kala G30S/PKI 

    Pengakuan Anwar Congo, Algojo di Masa PKI 1965

    Tragedi Kanigoro, PKI Serang Pesantren


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.