Rabu, 20 Juni 2018

Cerita di Balik Penghentian Pemutaran Film G30S  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Pengkhianatan G 30 S-PKI

    Film Pengkhianatan G 30 S-PKI

    TEMPO.CO, Jakarta -Masih ingatkah Anda kapan terakhir kali menyaksikan pemutaran film ‘Pengkhianatan G30S’? Film berdurasi 4 jam yang wajib disiarkan saban malam tanggal 30 September itu tak lagi tayang di televisi mulai tahun 1998.

    Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam mengatakan ada cerita di balik distopnya penyiaran film yang mendiskreditkan PKI itu. “Waktu itu ada permintaan dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara Republik Indonesia (PP AURI),” kata Asvi saat dihubungi Tempo, Kamis, 27 September 2012.

    Tokoh dari angkatan udara saat itu, Marsekal Udara Saleh Basarah menelepon Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono dan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah.”Pak Saleh minta supaya film itu tidak diputar lagi,” kata Asvi.

    Baca juga:
    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan  
    Kisah Macan Podium Gerwani PKI yang Lupa Bulan September

    Alasannya, lanjut Asvi, sejumlah anggota TNI Angkatan Udara menilai film tersebut mendiskreditkan pangkalan AURI di Halim Perdanakusumah. "Halim PK dianggap sebagai sarang PKI," kata dia.

    Mantan Menteri Pendidikan, Juwono Sudarsono membenarkan adanya hubungan per telepon dengan Saleh Basarah. “Beliau menghubungi saya sekitar bulan Juni-Juli 1998,” kata Juwono, kemarin. Permintaan tersebut, lanjut dia, disampaikan secara lisan saja.

    Sementara itu, Menteri Penerangan saat itu, Yunus Yosfiah mengatakan pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi. "Karena itu, tanggal 30 September mendatang TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan lagi film Pengkhianatan G30S/PKI," ujar Yunus seperti dikutip dari Kompas edisi 24 September 1998.

    Sebagai gantinya, lanjut Yunus, Departemen Penerangan bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mempersiapkan sebuah film yang terdiri dari tiga episode. Film berjudul Bukan Sekadar Kenangan itu disutradarai Tatiek Mulyati Sihombing.

    RINI K | EVAN (PDAT)

    Berita Terkait
    Saat G30S, Bung Karno Teradang Kepungan Tentara

    Cerita Anak Jenderal D.I. Panjaitan Soal G30S/PKI

    Mirip, Keke Tumbuan Didapuk Jadi Ade Irma Suryani

    Alasan Umar Kayam Mau Jadi Soekarno

    Proses Arifin C Noer Bikin Pengkhianatan G 30 S

    3 Pemeran Sentral di Film Pengkhianatan G 30 S

    Edisi Khusus Gerakan 30 September


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    5 Tips Langsing Sesudah Lebaran

    Hilangkan tumpukan lemak akibat pesta makan lebaran dengan lima tips yang sangat mudah ini.