Pembantu di Rumah Djoko Susilo Tolak Surat KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Akademi Polisi non-aktif Inspektur Jendral Polisi, Djoko Susilo ketika hadir di Badan Resesre kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/8). TEMPO/Seto Wardhana

    Gubernur Akademi Polisi non-aktif Inspektur Jendral Polisi, Djoko Susilo ketika hadir di Badan Resesre kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/8). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan telah melayangkan surat panggilan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM, Djoko Susilo.

    Ihwal surat pemanggilan itu dibenarkan seorang pembantu rumah tangga di rumah dinas Djoko Susilo di Pengadegan Utara, Pancoran, Jakarta Selatan. Pembantu Djoko bernama Surti mengatakan sempat menolak surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

    "Waktu itu saya tolak karena saya tidak kenal, takut salah," ujar Surti saat ditemui Tempo di kediaman Djoko, Jumat, 28 September 2012.

    Surti menceritakan, pada Selasa malam, 25 September 2012, datang seorang kurir yang mengaku dari KPK. Kurir yang tiba sekitar pukul 21.00 itu membawa sepucuk surat. "Waktu itu saya tanya, kok malam ngantar suratnya Bang? Iya nih, saya mau pulang disuruh kirim surat ini," kata Surti menirukan ucapan kurir.

    Lantaran curiga, Surti menolak menerima surat tersebut. Saat kurir ini datang, Surti mengaku tidak sendirian di rumah. Ia didampingi dua anggota polisi.

    Esok harinya, Rabu 26 September 2012, kurir kembali datang ke rumah dinas Djoko. Kali ini kurir itu datang di siang hari dan Surti lagi yang menemuinya. "Ada dua orang. Yang satu cakep dan putih, satu lagi agak hitam," kata Surti menerangkan ciri-ciri dua orang yang tak pernah ia tahu namanya itu.

    Surti mengatakan, kurir itu kemudian menyerahkan sepucuk surat yang sama. Kali ini surat itu ia terima. "Karena mereka (polisi yang berjaga) bilang, itu komandannya sendiri  yang mengantar," kata Surti.

    Surti tak pernah tahu maksud kata komandan yang disebutkan polisi penjaga rumah. Perempuan ini menerjemahkan kata komandan sebagai bos. "Ya bosnya begitu," ujarnya.

    Kendati surat panggilan sudah sampai di tujuan, belum jelas apakah surat tersebut diketahui dan dibaca Djoko Susilo. Yang jelas, jenderal polisi bintang dua itu tak hadir dalam pemeriksaannya yang dijadwalkan berlangsung, Jumat kemarin.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita terpopuler lainnya:
    Bekas Bos BNN Singapura Paksa Wanita Ini Oral Seks
    Begini Modus Pencurian Bagasi Pesawat

    Hantu Tahanan Perang Dunia II Muncul di Borneo? 

    Salah Kirim SMS Mesum Berujung Penjara 

    Empat Pelindung FR Terancam Pidana 

    Irjen Djoko Susilo Tolak Panggilan KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H