Sabtu, 24 Februari 2018

Ratusan Petani Jember Peringati Hari Tani Nasional  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 24 September 2012 11:42 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Petani Jember Peringati Hari Tani Nasional  

    Ribuan petani berdemonstrasi di Kantor Pemerintah Daerah Kendal, Jawa Tengah, Senin(04/1). Mereka menuntut Bupati merevisi kembali ijin Hak Guna Usaha PT KAL yang merenggut sekitar 80 hektar lahan yang sempat digarap petani. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jember - Lebih dari 800 orang yang tergabung dalam Serikat Petani Perjuangan (SIPER) melakukan aksi damai memperingati Hari Tani Nasional ke-52, Senin, 24 September 2012.

    Mereka melakukan doa bersama dan menggelar aksi teatrikal di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. "Kami menuntut pemerintah serius melakukan reformasi agraria. Kembalikan tanah kami yang dirampas investor," kata Ketua SIPER, Musri Assabil.

    Para petani yang datang dari sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Jember itu juga menuntut aparat keamanan menghentikan segala tindak kriminalisasi terhadap petani.

    Mereka juga menyerukan penolakan secara tegas segala bentuk propaganda dan ulah para politikus dan partai politik yang dinilai kerap memanfaatkan petani. "Hentikan penipuan oleh politikus, calon anggota legislatif, atau partai politik, terutama menjelang pemilu," ujar salah seorang aktivis SIPER, Jumaen.

    Ratusan petani tersebut datang menggunakan 16 truk dan enam mobil. Perjalanan rombongan petani itu dikawal ketat aparat kepolisian. Ratusan polisi juga disiagakan di sejumlah ruas jalan Kota Jember. "Beberapa jalur sementara dialihkan. Kami tidak ingin aksi ini menimbulkan keresahan atau kekacauan," ucap Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Polisi Jayadi.

    MAHBUB DJUNAIDY

    Berita Terpopuler:
    Jokowi Janji Bangun Stadion untuk Persija
    FPI Segel Seven Eleven Pejaten

    Jokowi Diberi Kado Sepeda Kuno

    Usai Segel Seven Eleven,FPI Datangi Tempat Hiburan

    FPI Pusat Klaim Tak Tahu Penyegelan Seven Eleven


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.