Jumat, 23 Februari 2018

Pilkada Jawa Tengah, Golkar Belajar dari Jokowi

Oleh :

Tempo.co

Senin, 24 September 2012 05:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilkada Jawa Tengah, Golkar Belajar dari Jokowi

    (dari kiri) Ginanjar Kartasasmita, Cosmas Batubara, Ketua umum partai Golkal Aburizal Bakrie bersama mantan wakil Presiden Jusuf Kalla, Utoyo Usman, dan Yorrys Raweyai saat Sarasehan di DPP partai Golkar di Jakarta, Senin (30/07). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Semarang: Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Tengah akan hati-hati menentukan calon gubernur-calon wakil gubernur dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 26 Mei 2013. Golkar tak ingin kekalahan total dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta terjadi di Jawa Tengah.

    “Akan menjadikan pemahaman yang luar biasa karena di dalam pasangan Foke-Nara (Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli) ada dua unsur penting yaitu dia seorang incumbent dan purnawirawan TNI,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono, Ahad, 23 September 2013.

    Incumbent yang dimaksud adalah Fauzi Bowo sedangkan yang purnawirawan TNI adalah Nachrowi Ramli. Dalam hitung cepat pemilihan gubernur DKI Jakarta, Foke-Nachrowi kalah dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama.

    “Di pilkada Jawa Tengah kami akan sangat selektif dalam menentukan calon,” katanya.

    Tak hanya dalam menentukan calon, Golkar Jawa Tengah juga akan sangat hati-hati membangun koalisi dengan partai lain. Sebab, untuk memenuhi syarat mengajukan calon gubernur, Golkar harus berkoalisi karena hanya punya 11 persen suara. Untuk mengajukan calon gubernur harus memiliki 15 persen suara.

    Sikap selektif juga dilakukan dalam menjalin koalisi dengan partai lain. Menurut Wisnu, Golkar tidak bisa mengusung sendiri, lantaran keterwakilan di DPRD Jawa Tengah hanya 11 orang. Hingga kini, Golkar Jawa Tengah belum memutuskan calon gubernur/calon wakil gubernur yang akan diusungnya. Namun, dalam rapat kerja daerah di Solo beberapa bulan lalu mereka memutuskan tiga nama, yakni Wisnu Suhardono, Bibit Waluyo (gubernur Jawa Tengah), serta Firman Subagyo (fungsionaris DPP Partai Golkar).

    Belakangan, Golkar juga masih ragu untuk mengusung Bibit Waluyo. Sebab, popularitas Bibit Waluyo hanya 17 persen. Padahal, Golkar punya syarat calon incumbent bisa diusung jika memiliki tingkat popularitas di atas 50 persen. Wisnu belum mau menjelaskan kapan penentuan calon gubernur itu akan diputuskan.

    ROFIUDDIN

    Berita lain:
    Sidak Denny Indrayana di LP Banjarmasin Ricuh

    Presiden SBY: Selamat Buat Jokowi

    Jokowi-Ahok Akan Kaji Ulang Proyek Warisan Foke

    Foke Minta Para Kepala Dinas Bantu Jokowi

    Antisipasi Tren Jokowi, DPR Segera Bahas RUU Pemda


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.