Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Inilah Jalur Penyelundupan Imigran Gelap ke Australia  

Sejumlah imigran gelap Afganistan berada di dalam bus pada proses pemindahan dari tempat penampungan sementara menuju ke Rumah Detensi Imigrasi Surabaya-Pasuruan di Hotel Nugraha, Malang, Jawa Timur, Senin (23/4). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Sejumlah imigran gelap Afganistan berada di dalam bus pada proses pemindahan dari tempat penampungan sementara menuju ke Rumah Detensi Imigrasi Surabaya-Pasuruan di Hotel Nugraha, Malang, Jawa Timur, Senin (23/4). ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Iklan

TEMPO.CO, Madiun - Dari beberapa kali persidangan perkara penyelundupan para imigran gelap yang hingga saat ini masih berlangsung di Pengadilan Militer III-13 Madiun, terungkap rute atau jalur perjalanan sebelum mereka diberangkatkan ke Australia.

Para imigran gelap tersebut berasal dari sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Iran, Irak, Kuwait.

Rute perjalanan yang melibatkan sejumlah orang, termasuk lima oknum TNI Angkatan Darat di Jawa Timur, dapat dibagi jadi dua. Pertama, rute dari negara asal hingga di perbatasan Indonesia. Kedua, rute daerah yang dilalui selama berada di wilayah Indonesia sampai berlayar ke Australia.

Salah satu imigran gelap asal Iran, Mohamad Hardani, 37 tahun, memberikan keterangan melalui penerjemah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disusun Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pom Dam) V/Brawijaya.

Hardani merupakan salah satu saksi dalam perkara lima oknum TNI-AD berkaitan dengan upaya penyelundupan 134 imigran di perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, 17 Desember 2011. Namun, perjalanan mereka ke Australia gagal karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam gelombang.

Pada 17 Nopember 2011, dari ibu kota Iran, Teheran, Hardani naik pesawat ke Dubai. Dari Dubai terbang ke Jakarta dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, 18 November 2011. Setelah menginap tiga hari di sebuah hotel di Jakarta, ia menuju Cisarua, Bogor. Di Cisarua, Hardani berkenalan dengan warga Iran, Yosif. “Dari sini muncul kesepakatan ke Australia,” kata Kepala Oditur Militer Madiun, Upang Juwaeni, Rabu, 12 September 2012.

Tanggal 12 Desember 2011, Hardani dan tiga anggota keluarganya kembali ke Jakarta menginap di sebuah apartemen. Tanggal 15 Desember 2011, ia dan ratusan imigran lain berangkat dari Jakarta menuju Pantai Popoh, Tulungagung menumpang empat bus.

Imigran asal Iran lainnya, Mohamad Hadi Parivash, 32 tahun, juga memberikan keterangan di BAP. Rute yang dilalui berbeda dengan Hardani. Pada 26 April 2011, Hadi terbang dari Teheran, Iran, menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Malaysia terbang ke Bali dan tiba 27 April 2011. Dari Bali terbang ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dari sini, ia dijemput seseorang bernama Husein dan dibawa ke Cisarua, Bogor.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tanggal 30 April 2011, ia berangkat ke Australia namun ditangkap kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat. Lalu ditampung 1,5 bulan di penampungan Kalideres, Jakarta. Di penampungan ia bertemu tujuh anggota keluarganya. Juni 2011 dipindah ke penampungan Cipari, Sukabumi. “Selama di Kalideres kenal dengan imigran lain yang menawari ke Australia,” ujar Upang.

Tanggal 3 Desember 2011 dibawa ke Jakarta dan diinapkan di sebuah apartemen. Tanggal 13 Desember 2011 berangkat dari Jakarta menuju Pantai Popoh, Tulungagung, menumpang empat bus.

Selain Pantai Popoh dan Klatak di Tulungagung serta Pantai Prigi di Trenggalek, sejumlah pantai di Pacitan juga beberapa kali jadi tempat transit penyelundupan imigran Timur Tengah ke Australia.

Pada 7 September 2012, sebanyak 60 imigran asal Iran, Irak, dan Kuwait tertangkap di dua lokasi di Pacitan. Aksi serupa juga pernah terjadi di Pacitan pada 2010 dan 2011.

ISHOMUDDIN

Berita Terkait:
Selundupkan Imigran, Oknum TNI Dapat Ratusan Juta 

Sopir Pengangkut Imigran Gelap Diberi Imbalan Rp 5 Juta 

Penyelundupan Imigran di Pacitan Libatkan Sindikat Lama 

Penyidikan Penyelundupan Imigran Libatkan Polisi Australia 

RI Belum Punya Aturan Penanganan Imigran Gelap

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Malaysia Pulangkan 12.380 Migran Gelap, Kebanyakan dari Indonesia, Filipina, Myanmar

1 April 2023

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani (tengah) berbincang dengan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Malaysia setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 4 Agustus 2022. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memulangkan 190 dari 3.200 PMI ilegal asal Malaysia dan selanjutnya dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani isolasi sebelum dipulangkan ke daerah asalnya. ANTARA FOTO/Fauzan
Malaysia Pulangkan 12.380 Migran Gelap, Kebanyakan dari Indonesia, Filipina, Myanmar

Malaysia akan memulangkan 12.380 warga negara asing karena melanggar aturan keimigrasian tahun ini.


Usir Imigran Ilegal Afrika, Presiden Tunisia Menolak Tuduhan Rasisme

6 Maret 2023

Foufana Abou, warga negara Pantai Gading yang tinggal di Tunisia dan ingin dipulangkan, menunggu bersama warga Pantai Gading lainnya di dekat kedutaan Pantai Gading di Tunis, Tunisia 27 Februari 2023. REUTERS/Jihed Abidellaoui
Usir Imigran Ilegal Afrika, Presiden Tunisia Menolak Tuduhan Rasisme

Presiden Tunisia menolak tuduhan rasisme dan menunjukkan kemungkinan konsekuensi hukum bagi para pelaku serangan terhadap imigran ilegal.


PM Inggris Bakal Bertindak Keras terhadap Imigran Gelap: Cukup Sudah

14 Desember 2022

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menghadiri acara Welcoming Dinner and Cultural Performance KTT G20 2022 di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung, Bali, Selasa 15 November 2022. ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Fikri Yusuf
PM Inggris Bakal Bertindak Keras terhadap Imigran Gelap: Cukup Sudah

Inggris berencana menggarap undang-undang baru untuk mencegah imigran yang melintasi Selat Inggris untuk tinggal di negara itu.


46 Imigran Gelap Tewas di Kontainer, Petugas Menemukan Tumpukan Mayat

28 Juni 2022

Warga berkumpul saat melihat lokasi ditemukannya puluhan orang tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, AS 27 Juni 2022.  REUTERS/Kaylee Greenlee Beal
46 Imigran Gelap Tewas di Kontainer, Petugas Menemukan Tumpukan Mayat

Petugas menemukan "tumpukan mayat" 46 imigran gelap dan tidak ada tanda-tanda air di dalam truk, yang ditinggalkan di sebelah rel kereta api


46 Imigran Gelap Tewas dalam Kontainer di AS, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong

28 Juni 2022

Petugas kepolisian berjaga-jaga di lokasi ditemukannya puluhan orang tewas di dalam truk trailer di San Antonio, Texas, AS 27 Juni 2022. Sedikitnya 42 orang ditemukan tewas di dalam sebuah truk trailer pada Senin di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.  REUTERS/Kaylee Greenlee Beal
46 Imigran Gelap Tewas dalam Kontainer di AS, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong

Kasus kematian 46 imigran gelap dalam kontainer di San Antonio, terungkap setelah seorang saksi men dengar ada suara teriakan minta tolong.


50 TKI Ilegal Indonesia Ditangkap Polisi Begitu Mendarat di Selangor

28 Januari 2022

Sejumlah TKI Ilegal yang dipulangkan dari Malaysia menunggu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Sebanyak 436 TKI Ilegal tersebut nantinya akan dipulangkan ke daerah asalnya di 22 provinsi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
50 TKI Ilegal Indonesia Ditangkap Polisi Begitu Mendarat di Selangor

Polisi Malaysia menangkap 50 orang imigran gelap asal Indonesia ketika mendarat di pesisir Bagan Pasir, Selangor.


Selat Malaka, Kejayaan Masa Lalu dan Kini Patroli Laut Diintensifkan

16 November 2021

KRI Teuku Umar merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet kelas Parchim, yang didesain untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal / pantai. Kapal ini bisa menampung sebesar 20 hingga 59 orang anak buah kapal ini menjadi salah satu kapal patroli TNI AL di Laut Natuna. ANTARA/M Risyal Hidayat
Selat Malaka, Kejayaan Masa Lalu dan Kini Patroli Laut Diintensifkan

Seperti diketahui, Selat Malaka adalah salah satu yang paling strategis dan di daerah selat ini terdapat banyak lalu lintas, barang maupun orang.


Dua TKI Ilegal Tewas Tenggelam Saat Kapal akan Berlabuh di Malaysia

6 Oktober 2021

Ilustrasi tenggelam di sungai/kali. northernstar.com.au
Dua TKI Ilegal Tewas Tenggelam Saat Kapal akan Berlabuh di Malaysia

Dua TKI ilegal yang akan masuk ke Malaysia tewas tenggelam. Polisi juga menangkap puluhan WNI yang ingin masuk ke negara tersebut.


Video Imigran Haiti Dikejar Petugas Berkuda Sengat Gedung Putih

21 September 2021

Seorang petugas perbatasan AS yang menunggang kuda mengejar migran yang kembali ke Amerika Serikat setelah membeli makanan di Meksiko, seperti yang terlihat dari Ciudad Acuna, Meksiko 19 September 2021.  REUTERS/Daniel Becerril
Video Imigran Haiti Dikejar Petugas Berkuda Sengat Gedung Putih

Gedung Putih tersengat oleh beredarnya foto penjaga perbatasan AS menunggang kuda sedang menghalau imigran gelap asal Haiti


Gedung Putih Umumkan Rancangan Regulasi Imigrasi Baru Joe Biden

18 Februari 2021

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan resmi tentang situasi politik di Myanmar di Gedung Putih di Washington, AS, 10 Februari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]
Gedung Putih Umumkan Rancangan Regulasi Imigrasi Baru Joe Biden

Rancangan regulasi imigrasi baru buatan administrasi Joe Biden akhirnya diumumkan. Rancangan bakal dipaparkan di Kongres Amerika hari ini.