Kepergok Pelesiran di Denmark, Anggota DPR 'Ngeles'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • "The Great Belt Fixed Link" Jembatan tertinggi Eropa yang berada di Denmark dan menghubungkan Zealand dengan pulau-pulau Funen di Great Belt Denmark. Selesai pada tahun 1998, memiliki ketinggian 254 m dan terdiri dari sebuah jalan, sebuah terowongan kereta api dan sebuah kotak kayu palang jembatan. si-om.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Honing Sanny, mengakui rombongan yang melawat ke Denmark sempat mencicipi wisata transportasi air di sana.

    Namun dia membantah perjalanan dengan menggunakan kapal mengelilingi sungai di Kota Copenhagen itu menggunakan uang negara. "Itu pakai uang pribadi. Kami naik kapal itu cuma sekitar Rp 92 ribu. Tidak ada persiapan khusus," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Selasa, 11 September 2012.

    Dua rombongan Badan Legislasi DPR awal bulan lalu melawat ke dua negara, Denmark dan Turki. Lawatan ini terkait dengan pembahasan Undang-Undang Lambang Palang Merah Indonesia. Meskipun sempat diprotes sejumlah pihak karena dianggap tak perlu, acara studi banding ini terus berlanjut. Acara studi banding sempat heboh karena beredarnya foto sepuluh orang anggota badan legislasi sedang menikmati wisata air disana.

    Honing mengakui dirinya dan rekan-rekannya sempat mencicipi keindahan Sungai Copenhagen. Menurut dia, agenda itu dibuat karena banyaknya waktu luang di hari kedua kunjungan di sana. Saat itu, menurut dia, rombongan baru selesai bertemu dengan pihak Kementrian Luar Negeri Denmark sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

    Setelah pertemuan dengan pihak Kemenlu Denmark, mereka dijadwalkan bertemu dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia disana pada pukul 17.00. "Kami punya selisih waktu dari jam 2 sampai jam 5, karena 1 jam kita pakai makan siang, " katanya.

    Dengan jeda waktu selama itu, Honing mengatakan anggota rombongan memiliki dua pilihan, kembali ke hotel atau mencoba moda transportasi air. Namun, Honing berkelit bahwa saat itu mereka ingin melihat bagaimana pengelolaan dan tata air di sana.

    Pengakuan bahwa anggota rombongan sempat mencicipi keindahan Kota Copenhagen juga datang dari pimpinan rombongan Achmad Dimiyati Natakusuma. Politikus PPP ini menganggap bahwa agenda itu tak bermasalah karena tak melanggar kode etik."Enggak ada yang salah," katanya.

    Senada dengan Honing, Dimiyati mengatakan bahwa agenda wisata air itu masih masuk dalam tugas kelegislasian anggota dewan. "Di sana hanya mengisi waktu untuk melihat situasi kondisi lingkungan Copenhagen seperti apa sih, masih berkaitan dengan tugas kelegislasian," katanya.

    FEBRIYAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Anggota DPR Tertangkap Basah Berwisata di Denmark
    Wanita Yahudi Diimbau Bekukan Sel Telurnya
    Bunuh Pacar karena Ditulari HIV

    Xanana Akui Bagi-bagikan Proyek ke Temannya

    Tiga Detik yang Merusak

    Emma Watson, Seleb Paling ''Berbahaya'' di Internet

    Misteri Warna Sungai Yangtze Berubah Merah

    Empat Lokasi Jadi Target Bom


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.