Munir Pernah Jatuh Saat Tidur di Meja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Munir (berdiri) di kantor Kontras jalan Mendut, Jakarta, 18 April 2002. TEMPO/ Lourentius EP

    Munir (berdiri) di kantor Kontras jalan Mendut, Jakarta, 18 April 2002. TEMPO/ Lourentius EP

    TEMPO.CO, Surabaya - Almarhum Munir Said Thalib pernah terjatuh dari atas meja saat menginap di kantor Lembaga Bantuan Hukum Surabaya, Jalan Kidal, pada awal 1990. Muhamad Ma'ruf Syah, teman dekat mendiang yang juga sesama aktivis LBH Surabaya mengenang, Munir selalu tidur di atas meja di ruang pertemuan.

    Munir yang kala itu menjabat sebagai Kepala Operasional LBH Surabaya memilih meja ruang pertemuan sebagai tempat tidur karena tepat di langit-langit atasnya terdapat kipas angin. Para aktivis LBH Surabaya menjuluki kipas angin itu baling-baling helikopter karena bila diaktifkan suaranya keras. "Cak Munir tidur di bawah kipas angin karena kalau malam memang banyak nyamuk," kata Ma'ruf kepada Tempo, Ahad 9 September 2012.

    Menurut Ma'ruf, setiap tidur di atas meja Munir selalu mengenakan sweater tebal, sarung dan kaus kaki. Meski meja itu tidak terlalu luas, namun cukup untuk menampung tubuh Munir yang kurus dan kecil. "Suatu ketika Cak Munir pernah terjatuh. Saat saya tanya, ia mengaku habis mimpi dikejar-kejar orang," kata Ma'ruf yang ketika itu menjabat sebagai Divisi Hak-Hak Sipil LBH Surabaya.

    Selain biasa tidur di atas meja, kata Ma'ruf, almarhum juga jarang mandi. Sebab setelah sekretariat tutup jam 16.30, Munir bukannya istirahat atau mandi tapi malah pergi ke kantong-kantong buruh di Rungkut, Tanjungsari dan Tandes. Di sana Munir melakukan pengorganisasian, penguatan dan advokasi terhadap para buruh.

    Ada tiga masalah utama yang menjadi konsen Munir, yakni pemutusan hubungan kerja, problem pengupahan dan tindakan aparat keamanan yang represif terhadap pekerja. Munir sering mengajak Ma'ruf pergi ke kantong-kantong buruh, meski terkadang juga pergi sendirian. "Cak Munir selalu berangkat setelah salat Magrib, mengendarai Honda Astrea Grand warna biru. Pulangnya sudah larut, antara pukul 23.00 - 01.00," kata Ma'ruf.

    Meski tidurnya larut malam, namun Munir selalu bangun pagi-pagi. Pukul 08.00, ketika para para aktivis, relawan dan tenaga administrasi LBH Surabaya mulai berdatangan, Munir telah rapi jali. Munir juga jarang libur pada Sabtu dan Minggu, meski pada hari itu resminya kantor LBH tutup. "Cak Munir mengalah tetap stand by di kantor untuk melayani konsultasi dengan buruh, karena pada hari itu buruh-buruh sedang libur," kata Ma'ruf yang kini telah berpraktek sebagai pengacara.

    KUKUH S WIBOWO



    Berita Lainnya:
    Kematian Ongen di Tengah Misteri Kasus Munir 
    Munir di Mata Petani Banyuwangi 
    Munir dan Mobil Toyota Mark Putih Kesayangannya
    Munir Boyong Ayam Jago dari Sukabumi ke Jakarta 
    Setelah Munir Meninggal, Ikan Kesayangannya Nyusul
    Alasan Munir Pilih Garuda Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.