Kematian Ongen di Tengah Misteri Kasus Munir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raymond JJ Latuihamalo alias Ongen. dok. Tempo/Nickmatulhuda

    Raymond JJ Latuihamalo alias Ongen. dok. Tempo/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Raymond J. Latuihamalo, 56 tahun, alias Ongen pernah dikaitkan dengan kasus kematian Munir. Penyanyi lagu rohani era 1980-an itu dianggap sebagai salah satu saksi kunci kasus tersebut.

    Nama Ongen mulai disebut-sebut ketika kasus penyidikan meninggalnya Munir dibuka kembali saat Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri dijabat Bambang Hendarso Danuri. Polisi saat itu yakin, Ongen tahu banyak soal rentetan kejadian yang menimpa Munir di pesawat Garuda tujuan penerbangan Jakarta-Amsterdam pada 7 September 2004. Munir meninggal diduga diracun lewat minuman.

    Ongen, menurut saksi mata terlihat berbincang-bincang dengan Munir dan Pollycarpus Budihari Priyanto di Coffee Bean di Bandar Udara Changi, Singapura. Saat itu pesawat Garuda 974 yang Munir tumpangi transit di sana.

    Namun keterangan ini sempat dibantah Ongen. Ia mengaku minum teh di Coffee Bean pada saat transit untuk menelan obat. Menurutnya, ia sama sekali tak berinteraksi dengan Munir. "Saya hanya melihat almarhum duduk dengan seseorang," katanya. Pernyataan ini dimuat dalam majalah Tempo 11 Juni 2007. Ongen menolak menjelaskan ciri-ciri orang yang bersama Munir itu, dengan alasan tak ingin masuk ke substansi pemeriksaan polisi.

    Pada 2 Mei 2012 lalu, paman artis Glenn Fredly ini meninggal saat menyetir mobil di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ia diduga terkena serangan jantung dan meninggal di pangkuan istrinya. Namun keluarga menyebut Ongen tidak punya riwayat serangan jantung. Hingga kini, kematiannya masih mengundang tanya.

    MUNAWWAROH | EVAN | DRIYAN | PDAT

    Berita Terkait
    EDISI KHUSUS: Sewindu Munir
    Muchdi Prawiro Pranjono dalam Kematian Munir?
    Tiga Pria di Balik Kematian Munir

    Alasan Efek Rumah Kaca Bikin Lagu untuk Munir

    Munir Koleksi Semua Kaset Iwan Fals

    Bagaimana LBH Surabaya Menempa Munir



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.