Jumat, 16 November 2018

JAT: Kekerasan Atas Nama Syariat Islam, Halal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman pengakuan tersangka teroris Solo, Bayu Setiono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/9). TEMPO/Dasril Roszandi

    Rekaman pengakuan tersangka teroris Solo, Bayu Setiono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/9). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) memperbolehkan tindak kekerasan yang dilakukan atas nama Syariat Islam. Misalnya, hukuman potong tangan.

    “Walaupun negara melarang, kalau syariat Islam mengizinkan, ya tidak masalah,” kata juru bicara JAT, Son Hadi, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, 8 September 2012. Semua aturan yang dilakukan di zaman Nabi Muhammad, kata Son Hadi, boleh diterapkan pada masa kini. “Kalau tindakan kekerasan sebagai hukuman atas kesalahan dilakukan Nabi, bisa diterapkan sekarang,” kata Son Hadi ringan.

    Pernyataan JAT menjadi kontroversial karena tiga terduga teroris yang terlibat dalam penembakan pos polisi di Solo, Agustus lalu, diduga merupakan bagian dari organisasi itu. Amir JAT, Abu Bakar Baasyir sendiri, juga menegaskan bahwa jihad dengan kekerasan diperbolehkan selama pelakunya sudah siap.

    Polisi menuding pernyataan Baasyir dan anjuran kekerasan JAT menyuburkan praktek terorisme di Indonesia. Sejauh ini, program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah Indonesia belum berhasil mengembalikan pemahaman dan keyakinan para pelaku teror yang tertangkap.

    INDRA WIJAYA

    Berita Terpopuler:
    Wanita Teman Telanjang Pangeran Harry Ditahan

    Ribuan Pendukung Hartati Kepung KPK

    Cari Donasi demi Tonton Eksekusi Pemerkosa Anaknya

    40 Jenis Mobil Akan Dilarang Minum BBM Bersubsidi

    Keputusan Arsenal Jual Van Persie-Song, Disesali

    Sejumlah Tokoh Siapkan Mahfud MD Jadi Capres

    Zulkarnaen Minta Sebutan Korupsi Al Quran Direvisi

    Mau Sehat, Jangan Makan Camilan Ini

    Tes Mamografi Malah Menyebabkan Kanker

    Blatter: Ronaldo Jenderal, Messi Pesulap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.