Bukti Munir Tidak Anti-Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Sahabat Munir melakukan aksi kampanye menuntut penuntasan secara hukum kasus Munir di Bunderan HI Jakarta (11/03). Aksi dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum Jakarta car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. TEMPO/Amston Probel

    Aktivis Sahabat Munir melakukan aksi kampanye menuntut penuntasan secara hukum kasus Munir di Bunderan HI Jakarta (11/03). Aksi dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum Jakarta car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Karena banyak bergaul dengan kaum buruh, aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalib, sering dicap sebagai kaum kiri, sosialis, dan anti-Islam. Namun, hal itu dibantah rekan sekaligus adik kelas Munir di Universitas Brawijaya, Deddy Prihambudi.

    “Pertama kali ada seminar pro-Palestina di Indonesia di UII Yogya, Munir mengirim delegasi dari Malang,” ujar Deddy dalam film dokumenter Munir berjudul Kiri Hijau Kanan Merah. Film yang disutradarai jurnalis muda Dandhy Dwi Laksono itu diproduksi Watchdoc dan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir pada 2009 lalu.

    Menurut Deddy, saat itu Munir menjadi Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang. Sebagai ketua senat, Munir merasa perlu mengirim perwakilannya ke seminar itu. Seminar tersebut juga dihadiri imam Masjid Al-Aqsha.

    Deddy menganggap tindakan Munir itu menunjukkan bahwa pria kelahiran 8 Desember 1965 tersebut tidak anti-Islam. Bahkan, semasa kuliah, Munir juga dikenal aktif di Himpunan Mahasiswa Islam.

    Rekan Munir di HMI, Hussein Anis, menambahkan, ada satu lagi bukti Munir tidak anti-Islam. "Dulu, buruh kalau mau salat Jumat harus menunggu shift atau giliran kerja. Munir memperjuangkan agar itu diubah," kata Hussein.

    Selain aktif di HMI, Munir juga sempat tercatat sebagai Sekretaris Al-Irsyad, organisasi sosial keagamaan di Batu, Malang.

    Munir tewas diracun pada 7 September 2004 di atas pesawat Garuda yang menuju Amsterdam, Belanda. Pembunuhnya, Pollycarpus Budihari Priyanto, divonis 20 tahun penjara. Tapi dalang yang memerintahkan pembunuhan itu sampai sekarang masih bebas. Pengadilan menyatakan terdakwa lain kasus ini, Deputi Badan Intelijen Negara Mayjen (Purn) Muchdi P.R., tidak bersalah.

    Setiap tahun, para aktivis HAM dan demokrasi di Indonesia memperingati 7 September sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.

    KODRAT

    Berita Terpopuler:
    Wanita Teman Telanjang Pangeran Harry Ditahan

    Ribuan Pendukung Hartati Kepung KPK

    Cari Donasi demi Tonton Eksekusi Pemerkosa Anaknya

    Keputusan Arsenal Jual Van Persie-Song, Disesali

    40 Jenis Mobil Akan Dilarang Minum BBM Bersubsidi

    Zulkarnaen Minta Sebutan Korupsi Al Quran Direvisi

    Sejumlah Tokoh Siapkan Mahfud MD Jadi Capres

    Golkar: Naik Turun Bisnis Bakrie Itu Biasa

    Tes Mamografi Malah Menyebabkan Kanker

    Awas, Anda Bisa Kehilangan Motor di Sini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.