Bandung, Kantong Syiah Terbesar di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekertaris Jendral Ahlul Bait Indonesia Ahmad Hidayat (Kedua Kiri) didampingi dua orang anak yang orang tuanya menjadi korban dalam penyerangan Muslim Syiah di Sampang, Muhammad Zaini (Kanan), Muhaimin Hamama (Kedua Kanan) saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (31/08). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sekertaris Jendral Ahlul Bait Indonesia Ahmad Hidayat (Kedua Kiri) didampingi dua orang anak yang orang tuanya menjadi korban dalam penyerangan Muslim Syiah di Sampang, Muhammad Zaini (Kanan), Muhaimin Hamama (Kedua Kanan) saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (31/08). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat mengungkapkan, Bandung adalah kantong Syiah terbesar di Indonesia.

    "Kantong terbesar ada di Bandung. Kemudian disusul Makassar, dan ketiga Jakarta," kata Kang Jalal, sapaan Jalaluddin Rakhmat, waktu bertemu Tempo di kediamannya, Rabu, 29 Agustus 2012. Beberapa lokasi yang menjadi kantong umat Syiah adalah Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

    Data penelitian pemerintah menyatakan jumlah pengikut aliran Syiah di Indonesia berkisar 500 orang. Jumlah itu tersebar di pelbagai daerah. Namun, menurut Kang Jalal, jumlah itu hanya perkiraan terendah.

    "Ada perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, menurut saya, sekitar 2,5 jiwa," kata Kang Jalal. Menurut dia, keberadaan penganut Syiah tidak banyak diketahui karena menganut taqiyah, yaitu menyembunyikan jati diri dan bersikap layaknya pemeluk Islam pada umumnya.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, orang yang pertama kali mengaku sebagai penganut Syiah di Jawa adalah Habib Abdul Kadir Bafaqih. Ia merupakan pemimpin Pondok Pesantren Al Qairat Bangsri di Jepara, Jawa Tengah. Setelah itu, bermunculan wadah bagi penganut Syiah. Misalnya, Yayasan Nuruts Tsaqolain dengan pusat kegiatan di Masjid Husainiyyah Nuruts Tsaqolain, Semarang. Yayasan ini berdiri sejak 1984. Hingga kini, jemaah Syiah di Kota Semarang terus bertambah.

    Kemudian ada komunitas Al Hajat, di Panggung Lor, Semarang; Al Murtadho, Ngemplak, Semarang; Yayasan Almustafa dan Yayasan Alhadi, Pekalongan; Forum Wasiat di Tegal; dan Pondok Pesantren Darut Taqrib di Tegal.

    Di samping wadah tingkat daerah, ada pula yang berskala nasional, IJABI. Ikatan ini diketuai Furqon Buchari, dengan Ketua Dewan Syura Jalaluddin Rakhmat. "Keberadaan kami terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Jadi negara mengakui IJABI," kata Kang Jalal.

    DRIYAN (PDAT) | CORNILA DESYANA

    Berita Lainnya:
    Tempo.co Edisi Khusus Syiah
    Syiah Berkembang di Indonesia Pascarevolusi Iran
    Berapa Populasi Syiah di Indonesia
    Awal Perebutan Pengaruh Syiah-Sunni di Nusantara
    Piagam'' Kesepakatan Syiah - Sunni
    Hubungan Pemerintah-Penganut Syiah Indonesia Baik
    Iran Tak Pernah Bantu Syiah Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.