Giliran Mirwan Amir Kesandung Kasus Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir memberikan keterangan kepada wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (5/4). ANTARA/Prasetyo Utomo.

    Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir memberikan keterangan kepada wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (5/4). ANTARA/Prasetyo Utomo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Mirwan Amir, diduga melakukan transaksi keuangan yang mencurigakan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Badan Anggaran ini pernah membeli tiga mobil mewah pada akhir 2009-awal 2011, yang kemudian diatasnamakan Amrinur Okta Jaya, adiknya.

    Menurut data yang diperoleh Tempo, pembelian mobil tersebut dilakukan secara kredit melalui PT Astra Sedaya Finance, anak usaha PT Astra Credit Company. Setelah uang muka dibayar, kredit dilunasi dengan cepat.

    Ada pula soal transfer Rp 116 juta ke rekening Tina Talisa, presenter televisi yang juga istri Okta, pada Mei-Juni 2011. Tina membantah pemberian uang tersebut. "Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba disebut terima uang dugaan korupsi dari mantan pimpinan Banggar," katanya.

    Mirwan juga membantah pernah mentransfer dana ke rekening Tina. "Saya sudah katakan tidak pernah berurusan dengan Tina, apalagi ada transaksi. Sangat fitnah yang memberi info itu," ujarnya. Namun dia tidak menjawab ihwal pembelian mobil mewah atas nama adiknya.

    Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi pernah mengakui adanya 18 laporan transaksi mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, juru bicaranya, Johan Budi, menolak menyebutkan pemilik rekening itu. Menurut sumber Tempo, laporan PPATK itu milik 10 anggota Badan Anggaran, termasuk Mirwan, dan diduga terkait dengan kasus Angelina Sondakh.

    Nama Mirwan bukan kali ini saja kesandung dugaan korupsi. Sebelumnya, ia juga disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi yang melibatkan koleganya di Dewan Perwakilan Rakyat.

    Dugaan keterlibatan Mirwan dalam sejumlah kasus korupsi itu pernah disampaikan oleh Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri. Perusahaan ini milik terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet pada 2009, Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat.

    Mindo yang kini sedang menjalani hukuman pidana sempat menyebut petinggi partai berlambang Mercy tersebut. Dalam sidang Nazaruddin, Mindo mengungkapkan bahwa Angelina menyebut istilah “Ketua Besar” dan “Bos Besar” dalam pembicaraan lewat pesan BlackBerry sebagai penerima uang. ”Ketua Besar itu Mirwan Amir, dan Bos Besar Anas (Anas Urbaningrum, Ketua Partai Demokrat,” ujar Mindo.

    Tapi, dalam persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 15 Februari 2012, Angelina mengatakan tidak tahu siapa Bos Besar dalam pembicaraan BlackBerry Messenger.

    Dugaan keterlibatan Mirwan muncul pula dalam kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Kasus itu sudah menjerat politikus Partai Amanat Nasional, Wa Ode Nurhayati; dan kader Partai Golongan Karya, Fahd El Fouz, anak penyanyi dangdut A. Rafiq, sebagai tersangka.

    TRI SUHARMAN | RUSMAN PARAQBUEQ | FEBRIANA FIRDAUS | MARTHA TERTINA | INDRA WIJAYA | BOBBY CHANDRA

    Berita terkait:
    Wawancara Tina Talisa: Seperti Tsunami Bagi Saya

    Kasus Besar Membelit Mirwan

    Terima Duit Dari Mirwan? Tina Talisa Menjawab

    Tina Talisa Sudah Menduga Dikaitkan Dengan Mirwan

    Tina Talisa Tak Tahu Soal Mobil Baru Mirwan Amir

    Dikaitkan dengan Mirwan Amir, Tina Talisa Stress


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.