Kasus Besar Membelit Mirwan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Mirwan Amir bukan kali ini saja menjadi sorotan. Sebelumnya, ia juga disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi yang melibatkan koleganya di Dewan Perwakilan Rakyat.

    Dugaan keterlibatan Mirwan dalam sejumlah kasus korupsi itu pernah disampaikan oleh Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri. Perusahaan ini milik terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet pada 2009, Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat.

    Dalam kasus Wisma Atlet, Mindo menjadi terpidana dan sudah divonis 2,5 tahun penjara pada September 2011. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pun memvonis Nazaruddin empat tahun sepuluh bulan penjara serta denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan pada April 2012.

    Dalam sidang Nazaruddin, Mindo juga mengungkapkan bahwa Angelina menyebut istilah "Ketua Besar" dan "Bos Besar" dalam pembicaraan lewat pesan BlackBerry sebagai penerima uang. "Ketua Besar itu Mirwan Amir, dan Bos Besar Anas (Anas Urbaningrum, Ketua Partai Demokrat," ujar Mindo.

    Tapi, dalam persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 15 Februari 2012, Angelina mengatakan tidak tahu siapa Bos Besar dalam pembicaraan BlackBerry Messenger.

    Dugaan keterlibatan Mirwan muncul pula dalam kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Kasus itu sudah menjerat politikus Partai Amanat Nasional, Wa Ode Nurhayati; dan kader Partai Golongan Karya, Fahd El Fouz, anak penyanyi dangdut A. Rafiq, sebagai tersangka.

    Nurhayati dalam perkara ini didakwa menerima suap Rp 6,25 miliar dari tiga pengusaha terkait dengan alokasi DPID. Ketiganya menyuap agar Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah mendapat alokasi proyek dana penyesuaian tahun 2011 senilai Rp 7,7 triliun. Namun, belakangan, tak semua daerah yang diusulkan kecipratan dana DPID.

    Saat bersaksi untuk Nurhayati pada 17 Juli lalu, Fahd menyebutkan jatah dana penyesuaian infrastruktur untuk tiga kabupaten di Aceh, salah satunya diurus oleh Mirwan sebagai pimpinan Badan Anggaran dari Demokrat. Dalam sidang, Mirwan mengakui Bener Meriah daerah pemilihannya. Namun ia membantah jika disebut menawarkan proyek di kabupaten itu kepada pengusaha.

    PDAT | ERVAN | BOBBY CHANDRA

    Berita terpopuler lain:
    Mirwan: Saya Tak Ada Transaksi dengan Tina Talisa

    Sipilis Jangkiti Para Aktor Film Porno AS

    NU: Syiah Tidak Sesat, Hanya Berbeda

    SBY Pidato, Anak-Anak Tidur

    Biaya Hidup Putin Rp 20 Triliun per Tahun

    Drogba-Anelka Terancam Dilego Shanghai Shenhua

    Carrefour Cabut dari Singapura Tahun ini

    Kelompok Jhon Kei dan Hercules Bentrok Soal Lahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.