Kang Jalal dan Al-Quran yang Dibaca Kaum Syiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jalaludin rahmat

    jalaludin rahmat

    TEMPO.CO , Jakarta: Dalam syukuran hari kelahirannya, Rabu, 29 Agustus 2012, tokoh Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat membagikan Al-Quran yang biasa dibaca penganut Syiah. Kang Jalal pun menjelaskan perbedaan Al-Quran itu dengan kitab suci lainnya.

    Menurut Jalal, Al-Quran itu memiliki beberapa perbedaan dengan kitab suci lainnya. Pertama, dicetak lebih baik dengan kertas sangat bagus. "Dibanding dengan Al-Quran Sunni," ujarnya.

    Perbedaan kedua adalah cara perlakuan penganut Syiah terhadap Al-Quran itu. "Biasanya setelah baca Al-Quran, kitab suci itu dicium dan disentuhkan ke kening," ujarnya.

    Al-Quran yang dibagikan Kang Jalal bersampul putih. Kitab suci itu dicetak di Iran. Pada lembar pertama pun tercetak bendera Negeri Mullah tersebut. Kang Jalal memberikan Al-Quran itu ke tamu-tamu yang hadir di kediamannya, Jalan Kemang VI Nomor 9, Kemang Raya, Jakarta Selatan.

    Kang Jalal mengatakan ia sengaja memberikan Al-Quran itu agar orang awam bisa melihat langsung isinya. "Silakan dibaca. Kalau ada kesalahan atau perbedaan, katakan saja," kata Ketua Dewan Syuro Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia itu.

    Dalam syukuran itu, Kang Jalal menyesali tragedi berdarah di Sampang, Madura. Menurut dia, penyerangan itu bukanlah soal konflik keluarga yang menggunakan isu agama. "Tapi fanatisme agama yang mengatasnamakan keluarga."

    Ia pun meminta pemerintah tak cuma beralasan kalau konflik berdarah yang kembali terjadi di Sampang pada merupakan masalah keluarga. Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih tegas dan mencari para pelaku. "Hukum pelaku, jangan malah menjatuhi hukuman ke penganut Syiah. Karena kami yang menjadi korban," ujarnya.

    CORNILA DESYANA

    Berita lain:
    Apa Kata Jalaludin Rahmat Soal Sampang? 

    Jatim Siapkan Rp 700 Juta bagi Pengungsi Sampang

    Beri Bantuan, Warga NU Klaim Tak Musuhi Warga Syiah

    Belasan Warga Syiah Sampang Diperiksa Polisi

    Solidaritas Anti-Kekerasan Kirim Bantuan ke Sampang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.