Kerusuhan Syiah Sampang Direncanakan Jauh Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap berjaga di lokasi kerusuhan di  Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim, Minggu (26/8). ANTARA/Saiful Bahri

    Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap berjaga di lokasi kerusuhan di Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim, Minggu (26/8). ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Sampang- Serangan atas muslim Syiah di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, diduga direncanakan. Ini terlihat dari sejumlah indikasi yang ditemukan setelah kejadian Ahad lalu yang menewaskan satu orang serta mengakibatkan tiga orang kritis dan puluhan lainnya terluka.

    Tim pencari fakta bentukan pengurus Nahdlatul Ulama Sampang dan pengurus wilayah NU Jawa Timur menemukan serpihan bom rakitan yang diduga ditanam di lokasi sebelum serangan. Wakil Ketua PCNU Sampang, H. Nuruddin, di Surabaya Senin, 27 Agustus 2012 mengatakan temuan ini didapat setelah timnya melakukan penelusuran dan meminta informasi kepada penduduk.

    Dari sejumlah saksi yang diwawancarai Tempo, sebagian penyerang diperkirakan berasal dari kecamatan yang berbeda.

    Anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, juga menyatakan tiga hari sebelum kejadian sudah beredar kabar tentang serbuan itu. "Ada SMS yang menyatakan akan ada serangan," katanya kepada Tempo kemarin.

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan sesaat sebelum peristiwa, Kepala Polsek dan Komandan Koramil Omben berada di sekitar lokasi. “Tapi jumlah massa besar, jadi polisi tak bisa berbuat banyak," katanya.

    FEBRIYAN | FATKHURROHMAN TAUFIQ | DWI A

    Berita Terpopuler Lainnya:
    MUI Kupang Kecam Kekerasan di Sampang 

    Marzuki Alie Malu Kericuhan Syiah Sampang 

    Polisi Tangkap Delapan Perusuh Sampang 

    Tragedi Sampang, 2 Menteri ke Madura

    Budaya Carok Sampang Perkeruh Keadaan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?