Akibat Tragedi Sampang, Teman Setia Ustad Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil TNI dan Polri memasukkan jenazah korban kerusuhan Syiah-Sunni, ke dalam ambulan, di Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim, Minggu (26/8). Dalam insiden tersebut seorang pengikut Syiah tewas, dua warga Sunni mengalami luka-luka serta puluhan rumah warga Syiah dibakar massa. ANTARA/Saiful Bahri

    Sejumlah personil TNI dan Polri memasukkan jenazah korban kerusuhan Syiah-Sunni, ke dalam ambulan, di Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim, Minggu (26/8). Dalam insiden tersebut seorang pengikut Syiah tewas, dua warga Sunni mengalami luka-luka serta puluhan rumah warga Syiah dibakar massa. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Teman setia sang ustad tewas justru ketika kawannya sedang berada di penjara. Hamamah atau Muhamad Chosim, 55 tahun, korban tewas dalam penyerangan warga terhadap komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Sampang, selama ini dikenal sebagai sahabat dekat Tajul Muluk, pemimpin Syiah di dusun itu. Tajul kini dipenjara dengan tuduhan penistaan agama.

    “Saat ustad Tajul diusir ke mana-mana, Pak Hamamah yang menemani,” kata Umi Kulsum, istri Tajul, saat dihubungi Tempo, Minggu, 26 Agustus 2012. Kulsum bertutur, saat Tajul diminta tinggal di Malang selama satu tahun, Hamamah-lah yang menemani. Saat Tajul dipenjara, Hamamah juga yang setia mengunjungi.

    Kulsum mengatakan Hamamah adalah pria yang lembut. Ia selalu mengatakan kepada teman-teman Syiah yang lain untuk tidak membalas permusuhan dengan permusuhan. “Dia tidak pernah kasar pada orang lain,” kata Kulsum.

    Kulsum mengatakan Hamamah bahkan tetap menyapa orang-orang yang memusuhinya. “Walaupun ndak disahut (dibalas sapa), dia tetap menyapa,” kata Kulsum.

    Hamamah, tutur Kulsum, dibacok justru saat mencoba menenangkan kawan-kawannya yang ingin melawan kelompok anti-Syiah yang menyerang mereka. Tiba-tiba, dari arah belakang, seseorang membacoknya di bagian perut. “Yang lain mengeroyok,” kata Kulsum.

    Kulsum mengatakan ayah enam anak itu tewas seketika. Adiknya, Thohir, tak berdaya sekalipun berusaha menyelamatkan kakaknya. Thohir sendiri dibacok di bagian kepala dan sedang dalam kondisi kritis.

    Menurut Zain, seorang pengajar di pondok pesantren Syiah, Hamamah hanya seorang petani biasa. Apa yang terjadi pada Hamamah, kata Zein, tak berbeda dengan pembantaian. “Bukan hanya satu orang yang menganiaya,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

    Penyerangan ini merupakan kedua kalinya setelah pada Desember 2011 kelompok ini juga diserang massa. Namun, dalam aksi penyerangan itu, hanya satu orang yang divonis bersalah, tapi justru Tajul Muluk divonis dia tahun penjara akibat penodaan agama. Zain menuding polisi lambat mengantisipasi penyerangan ini.

    GADI MAKITAN | MUSTHOFA BISRI | JULI

    Berita terkait:
    Rentetan Kekerasan pada Warga Syiah di Sampang
    Pemerintah Gagal Lindungi Warga Syiah di Sampang
    Polri Klaim Deteksi Dini Penyerangan Syiah Sampang
    Rusuh Sampang, Pemerintah Diminta Tanggung Jawab
    Kontras: Korban Sampang Luka Celurit di Perut
    Rusuh Sampang, Gubernur Diminta Tanggung Jawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.