Indonesia Akan Jual Senjata ke Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota TNI berjaga-jaga di dekat panser dari Kompi Kavaleri Panser Kodam VII Wirabuana, Makassar, Minggu (25/3). Kendaraan lapis baja atau tank jenis Anoa 6 X 6 milik Tentara Nasional Indonesia yang disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa penolakan rencana kenaikan BBM ini di manfaatkan sejumlah warga untuk melihat langsung dan berfoto bersama. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang anggota TNI berjaga-jaga di dekat panser dari Kompi Kavaleri Panser Kodam VII Wirabuana, Makassar, Minggu (25/3). Kendaraan lapis baja atau tank jenis Anoa 6 X 6 milik Tentara Nasional Indonesia yang disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa penolakan rencana kenaikan BBM ini di manfaatkan sejumlah warga untuk melihat langsung dan berfoto bersama. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera menjual persenjataan ke Irak dan Uganda. Jika terealisasi, maka inilah penjualan senjata perdana dari negara Asia Tenggara. “Kami sudah mengundang delegasi militer Irak untuk datang ke Jakarta, pada 5 Oktober depan,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat, 24 Agustus 2012.

    Selain menghadiri peringatan Hari Kelahiran TNI, delegasi Irak juga akan mengunjungi pabrik senjata Indonesia. Irak kabarnya membutuhkan rompi tahan peluru, helm, sepatu lars, dan seragam. Semua itu bisa disediakan Indonesia.

    Sjafrie sendiri baru saja kembali dari kunjungan ke Irak. Di Baghdad, delegasi Indonesia memamerkan sejumlah persenjataan buatan anak bangsa, seperti senapan SS-2 dan kendaraan ringan lapis baja, Anoa. Keduanya diproduksi PT Pindad. Karena itulah, Sjafrie didampingi Direktur Utama Pindad, Adik Avianto, dalam kunjungan itu. Selain ke Irak, mereka juga menawarkan senjata ke Uganda dan Kongo.

    Menurut Sjafrie, Irak juga tertarik untuk membeli pesawat CN-235 dan NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia. Dia menegaskan kualitas produk militer buatan Indonesia bisa diadu dengan negara lain. “Selama ini, kita sudah mengekspor persenjataan ke negara lain di Asia Tenggara, kini saatnya memperluas pasar dan volume produksi,” katanya.

    ASIAONE | WD

    Berita Terpopuler:
    Yang Terjadi di Kamar Itu Saat Harry Difoto Bugil

    Ahok: Hebat kan, Saya Jadi Koboi

    Ribuan Orang Padati Halal Bihalal Jokowi-Ahok

    Artis-artis Ini Dukung Jokowi-Ahok

    Hashim : Jokowi-Basuki akan Bantu Prabowo di 2014

    Rp 9,5 M Tak Cukup Buat Harry Tampil Bugil

    Quraish Shihab, Si Pengubah Dunia

    Jokowi Mengaku Tak Gentar Hadapi "Gajah"

    Sosial Media di Mata Jokowi

    Kalla: Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.