Kunjungan Anggota DPR ke Brasil Habis Rp 1,6 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, menilai rencana Pansus RUU Desa ke Brasil hanya menghamburkan anggaran. Menurut dia, kunjungan "pelesir" ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,629 miliar.

    "Itu anggaran untuk 13 orang anggota Dewan ditambah tiga orang staf yang berangkat ke Brasil selama tujuh hari," ujarnya kepada Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

    Pansus RUU Desa DPR berencana berangkat ke Brasil, Ahad, 26 Agustus 2012. Rombongan yang dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko dari Fraksi PDI Perjuangan ini beranggotakan 12 orang anggota Pansus dan tiga orang staf ahli. Mereka rencananya akan pelesir ke Negeri Samba itu hingga 1 September 2012.

    Uchok mengatakan anggaran pelesir ke Brasil ini termasuk yang paling mahal di antara studi banding DPR lainnya. Alasannya, tiket ke Brasil termasuk yang paling tinggi harganya dibanding negara-negara lain. "Ini cara menghabiskan anggaran paling pintar dengan memilih Brasil karena tiket ke sana mahal sekali," ujarnya.

    Dia mengatakan rencana pelesiran ini seharusnya tidak dilakukan karena DPR sebenarnya sudah memulai masa sidang pada Senin mendatang. Karena itu, Uchok menuding bahwa agenda kunjungan dinas ini sengaja dibuat karena para anggota DPR belum puas menikmati libur Lebaran. "Ini sungguh keterlaluan, karena ketika masa reses sudah habis, mereka bukannya bekerja malah nambah liburan dengan alasan kunjungan kerja," kata dia.

    FEBRIYAN

    Berita lain:
    Trik Anggota DPR Belanja di Belanda

    PPI Jerman Tolak Kunjungan Anggota DPR
    Video Protes PPI Jerman: DPR Seperti Orang Kampung

    Inilah 10 Anggota DPR yang Ditolak di Jerman

    Di Berlin, Komisi I DPR ke Pusat Fashion Lafayette


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.