Pakar: Penyidikan Kasus Simulator SIM Bakal Kacau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung melihat simulator mengemudi kendaraan roda empat yang belum difungsikan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM, Malang, Jawa Timur, (2/8). Sebanyak dua simulator kendaraan roda empat dan lima simulator kendaraan roda dua tersebut belum digunakan. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Seorang pengunjung melihat simulator mengemudi kendaraan roda empat yang belum difungsikan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM, Malang, Jawa Timur, (2/8). Sebanyak dua simulator kendaraan roda empat dan lima simulator kendaraan roda dua tersebut belum digunakan. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO , Jakarta: Pakar hukum pidana dan juga pengajar di Universitas Trisakti, Andi Hamzah, memprediksi proses penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan alat simulator SIM bakal kacau. Pasalnya, ada dua lembaga penegak hukum yang menyidik kasus ini sama-sama memiliki 'kunci' yang menghambat proses penyidikan masing-masing lembaga.

    "KPK punya barang bukti (untuk penyidikan di Bareskrim Polri), sementara Polri punya saksi kunci untuk KPK, yakni Sukotjo Bambang," kata Andi saat dihubungi Tempo.

    KPK, kata dia, tak akan mungkin memberikan barang bukti yang telah mereka sita kepada penyidik Polri sebelum penyidikan terhadap tersangka KPK, Djoko Susilo, selesai. Padahal, polisi sangat memerlukan barang bukti itu untuk menyidik lima tersangka yang mereka tahan.

    Sementara itu, penyidikan KPK terhadap tersangka Djoko akan terhambat jika saksi kuncinya, Sukotjo Bambang, tak bisa diperiksa KPK. Polisi pun sudah pasti tak memperbolehkan KPK 'meminjam' Sukotjo untuk diperiksa.

    Kemudian, untuk mekanisme peminjaman barang bukti dari KPK ke Polri, menurut dia, tak perlu pakai surat perintah dari pengadilan. "Ya tinggal pinjam saja, tapi ya tetap KPK tak akan berikan," kata dia.

    Untuk menyelesaikan perkara ini, lanjut Andi, jalan satu-satunya adalah Polisi harus legawa menyerahkan kasus simulator SIM ini kepada KPK. Sebab, secara hukum KPK lebih memiliki wewenang untuk menyidik kasus ini.

    INDRA WIJAYA


    Terpopuler:
    Sukotjo Ingin Suap ke Perwira Polisi Dibongkar

    Ini Sebab Hakim Tipikor Mudah Main Proyek

    Aturan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Disiapkan

    Presiden Setujui Rencana Pilkada Serentak

    Polisi Periksa Djoko Susilo Hari Ini Atau Besok

    Hakim Kartini dan Heru Diberhentikan Sementara

    Angka Kematian Bayi Baru Lahir di NTT Masih Tinggi

    Polisi Periksa Djoko Susilo Besok

    Semena-mena, Perusahaan Outsourcing Bakal Ditutup

    Polisi Periksa 13 Saksi Pelempar Granat di Solo  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.