Wartawan Senior Semarang Ditangkap Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi. dailymail.co.uk

    ilustrasi. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Yogyakarta -- Seorang wartawan senior pada sebuah surat kabar di Semarang, Jawa Tengah, berinisial EB ditangkap petugas Satuan Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Dia kedapatan mengantongi 10 butir Inex (ekstasi) di saku celananya.

    “Penangkapan terjadi Jumat, 17 Agustus 2012 lalu, pada Hari Kemerdekaan,” kata Direktur Narkoba Polda Jateng Komisaris Besar John Turman, Senin, 20 Agustus 2012. Ketika ditangkap, EB sedang bersama dua rekannya. Tak diketahui apakah kedua rekannya itu juga berprofesi sebagai wartawan. Penangkapan sendiri dilakukan di halaman kantor surat kabar tempat EB bekerja, di Jalan Sompok 70, Semarang, Jawa Tengah.

    Polisi belum tahu apakah EB sekadar pemakai narkoba atau juga pengedar barang terlarang itu. Kepada penyidik, EB mengaku membeli ekstasi itu di Yogyakarta. Polisi sendiri sudah menguntit EB sejak sehari sebelumnya. “Mereka sempat pakai ekstasi di sebuah kafe di Semarang,” kata John. Informasi soal kebiasaan EB menggunakan narkoba diterima polisi pada Juli lalu.

    EB terancam Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotik. Dia bisa diganjar hukuman minimal empat tahun penjara. Tentu, EB tak bisa menggunakan UU Pers sebagai bahan pembelaannya kelak di depan hakim.

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita Terpopuler:
    Soal Simulatur SIM, Polri Bantah Pecah

    Polisi Yang Halangi Penyidikan KPK Bisa Ditahan

    10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana

    KPK Tahan Djoko Susilo Setelah Lebaran

    ICW: Basmi Korupsi Butuh Keberanian

    Libur ke Tangkuban Parahu? Pasti Kecewa

    Tony Scott, Sutradara "Top Gun" Tewas Bunuh Diri

    Sabtu Ini Jokowi "Open House"

    Spanduk Dukungan Foke Beredar di Jalanan

    Messi Belum Puas Bersama Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.