Jusuf Kalla Tak Akan Tinggalkan Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Harry Tanoesudibjo, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Dewan Pembina Ormas Nasdem Surya Paloh saat menghaduru acara

    (ki-ka) Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Harry Tanoesudibjo, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Dewan Pembina Ormas Nasdem Surya Paloh saat menghaduru acara "Apel Besar Baret Garda Pemuda Ormas Nasional Demokrat" yang berlangsung di pelataran Tugu Monas, Jakarta, Minggu (03/06). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan tak pernah punya niat untuk meninggalkan Partai Golkar. Sebagai mantan Ketua Umum Golkar, Kalla mengaku, tak etis jika dia harus pindah partai politik. “Masak saya mau pindah partai?” katanya pendek, ketika ditemui jurnalis seusai open house Lebaran di kediamannya, Senin, 20 Agustus 2012.

    Kalla mengaku belum terlalu serius memikirkan peluangnya menjadi calon presiden pada pemilihan 2014 mendatang. Meski namanya terus disebut-sebut sebagai salah seorang calon potensial, pria Bugis ini menegaskan ingin berkonsentrasi dulu pada pekerjaannya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia.

    Kalla baru saja ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi utusan khusus pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya di Myanmar. Sebelum Idul Fitri, Kalla dan rombongan sudah mengunjungi permukiman Rohingya di dekat perbatasan Myanmar. Pada September 2012, PMI dan sejumlah Palang Merah dari negara-negara anggota Perhimpunan Negara Islam (OKI) akan mulai mengadakan operasi bantuan kemanusiaan di sana.

    ELLIZA HAMZAH

    Berita Terpopuler:
    Soal Simulatur SIM, Polri Bantah Pecah

    Polisi Yang Halangi Penyidikan KPK Bisa Ditahan

    10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana

    KPK Tahan Djoko Susilo Setelah Lebaran

    ICW: Basmi Korupsi Butuh Keberanian

    Libur ke Tangkuban Parahu? Pasti Kecewa

    Tony Scott, Sutradara "Top Gun" Tewas Bunuh Diri

    Sabtu Ini Jokowi "Open House"

    Spanduk Dukungan Foke Beredar di Jalanan

    Messi Belum Puas Bersama Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.