Yamko Rambe Yamko Mengalun di Berlin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiapan pasukan, jelang upacara kemerdekaan Indonesia ke 67 di silang Monumen Nasioanal (Monas). (17/08). Diikuti seluruh akademi dan Marching band kesatuan bersenjata Indonesia. TEMPO/ JACKY RACMANSYAH

    Persiapan pasukan, jelang upacara kemerdekaan Indonesia ke 67 di silang Monumen Nasioanal (Monas). (17/08). Diikuti seluruh akademi dan Marching band kesatuan bersenjata Indonesia. TEMPO/ JACKY RACMANSYAH

    TEMPO.CO, Berlin--Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade

    Lagu dari daerah Papua ini mengalun diakhir acara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pagi ini. Menyemangati sekitar 170-an peserta upacara. Yang menarik, lagu ini terdengar di Wisma Indonesia, Rudeloffweg 7, Steglitz Zehlend, Berlin, Jerman, 17 Agustus 2012.

    Lagu Yamko Rambe Yamko, menjadi lagu terakhir dari tiga lagu sebelumnya yaitu Tanah Airku, 17 Agustus, dan Bangun Pemudi-Pemuda yang diperdengarkan kelompok paduan suara dari Gereja Bethel Indonesia.

    Sang Dirigen, Gideon Rikhard Meosido, terlihat sangat menikmati saat-saat memandu sekitar 20 temannya menyanyikan empat lagu tersebut. Pelajar Indonesia di Berlin yang asli kelahiran Papua ini mengaku sangat senang menyanyikan lagu-lagu Indonesia di Berlin.

    "Persiapannya hanya dua minggu, tapi syukurlah semua lagu yang dinyanyikan dengan baik,"ujarnya senang. Ia menambahkan "Saya bangga banget bisa jadi dirigen," kata dia.

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federasi Jerman Eddy Pratomo mengatakan lagu tradisional seperti "Yamko Rambe Yamko" layak untuk terus diperdengarkan termasuk dalam acara peringatan 17-an. Karena, hal semacam ini termasuk salah satu cara untuk terus mengembangkan budaya dan seni Indonesia.

    "Dicoba lagu-lagu yang merepresentasikan nasionalisme dan kedaerahannya jangan ditinggalkan," kata dia bersemangat.

    Acara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, digelar pukul 09.30 waktu Jerman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman, Eddy Pratomo, dan Atase Pertahanan, Kolonel Fachri Adamy, sebagai komandan upacara. Bertugas sebagai komandan pengibar bendera adalah Diman Yohanes Renyaan, pelajar asal Maluku Tenggara.

    MUNAWWAROH


    Berita Terpopuler:
    Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

    SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar

    Dukungan Fauzi Bowo, Bersatu-padu untuk Doku

    Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

    Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.