Hakim Tipikor Semarang Disuap Rp 150 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartini Marpaung. dok. KP2KKN Jawa Tengah.

    Kartini Marpaung. dok. KP2KKN Jawa Tengah.

    TEMPO.CO, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 150 juta ketika menggrebek transaksi suap yang melibatkan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kartini Marpaung. KPK juga menangkap satu hakim lain, Heru Kusbandono, yang ternyata bertugas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak, Kalimantan Barat.

    Tersangka pemberi suap adalah seorang perempuan bernama Sri Dartuti.  Diduga, Sri adalah kerabat dari terdakwa kasus korupsi yang sedang diadili Kartini di Pengadilan Tipikor Semarang.   

    Sumber Tempo di KPK menyebut Sri Dartuti sebagai adik dari Ketua DPRD Grobogan, Jawa Tengah, Muhammad Yaeni. Dia sedang diadili dalam kasus korupsi perawatan mobil dinas DPRD Grobogan, Jawa Tengah senilai Rp 1,9 miliar.  

    Yaeni, politikus PDI Perjuangan di Grobogan, sebelumnya sudah mendapat banyak keistimewaan selama menjalani sidang. Hakim Kartini Marpaung sempat meloloskan permintaannya untuk tidak ditahan selama sidang. Walhasil, Yaeni pun hanya menjadi tahanan rumah. Jika kasus suap ini tak terungkap, Yaeni seharusnya divonis 27 Agustus 2012 depan. Dia dituntut hukuman penjara 2,5 tahun. Pelaku korupsi yang mengulangi perbuatannya terancam hukuman mati.

    SUBKHAN

    Berita Terpopuler:
    Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

    SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar

    Dukungan Fauzi Bowo, Bersatu-padu untuk Doku

    Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

    Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter

    Arsenal Terpaksa Jual Van Persie

    Hilal Bisa Dilihat Sabtu

    Happy Birthday Indonesia Jadi Trending Topic Dunia

    Anak yang Tawuran, Ayah yang Tewas

    Tahun Depan,Gaji PNS Naik 7 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.