Hakim yang Ditangkap KPK Ternyata Makelar Kasus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak, Heru Kusbandono usai menjalani pemeriksaan oleh KPK, di Kejati Jawa Tengah, Semarang, (17/8). ANTARA/R. Rekotomo

    Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak, Heru Kusbandono usai menjalani pemeriksaan oleh KPK, di Kejati Jawa Tengah, Semarang, (17/8). ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta: Selain Kartini Marpaung, Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang yang Jumat 17 Agustus 2012 ini ditangkap KPK, penyidik antirasuah juga mencokok Heru Kusbandono. Dari penelusuran KPK, Heru ini juga hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, tapi dia bertugas di Pontianak, Kalimantan Barat.

    “Artinya, dia berada di Semarang, bisa jadi sebagai makelar kasus yang ditangani Kartini,” kata  Ketua Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung, Djoko Sarwoko di KPK, Jumat, 17 Agustus 2012. Menurut Djoko, keberadaan Heru di Jawa Tengah, mendampingi Kartini ketika menerima suap dari terdakwa kasus yang ditangani Pengadilan Semarang, amat mencurigakan. “Saya bingung, buat apa si Heru ini ke Semarang? Apa dia hakim proyek?” kata Djoko geram.

    Penyidik KPK menangkap Kartini dan Heru Kusbandono, siang tadi di halaman Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah. Bersama mereka, tersangka pelaku penyuapan juga berhasil diciduk. Ada dugaan mereka bertiga sedang mengatur putusan untuk perkara korupsi yang melibatkan Ketua DPRD Grobogan, Jawa Tengah, Muhammad Yaeni, yang akan diputus akhir Agustus ini.

    SUBKHAN

    Berita Terpopuler:
    Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

    SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar

    Dukungan Fauzi Bowo, Bersatu-padu untuk Doku

    Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

    Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter

    Arsenal Terpaksa Jual Van Persie

    Hilal Bisa Dilihat Sabtu

    Happy Birthday Indonesia Jadi Trending Topic Dunia

    Anak yang Tawuran, Ayah yang Tewas

    Tahun Depan,Gaji PNS Naik 7 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.