Global TV Cabut Iklan Mirip Tong Fang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO/ Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta: Humas Global TV Idham Azka mengaku sudah menerima surat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada 10 Agustus 2012 tentang penayangan iklan klinik tradisional yang melanggar aturan.  Setelah dibahas di manajemen, stasiun teve itu setuju untuk mencabut iklan-iklan klinik mirip Tong Fang di laya kaca.

    Alasan pencabutan, kata Idham, sama dengan argumentasi KPI. Menurutnya, iklan klinik kesehatan dengan obat tradisional Cina itu melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No. 1787 tahun 2010 dan etika pariwara. "Karena itu iklan itu sudah kami drop," kata Idham kepada Tempo, 15 Agustus 2012.

    Idham menjelaskan, pihaknya selalu segera menindaklanjuti teguran KPI. Biasanya, jika sebuah program atau iklan ditemukan melanggar, Global TV akan melakukan pengubahan isi atau penghentian siaran program atau iklan itu.

    Pada 9 dan 10 Agustus lalu, KPI melayangkan surat teguran kepada lima stasiun televisi, salah satunya Global TV. KPI menegur mereka lantaran menampilkan iklan pelayanan kesehatan alternatif yang tidak etis. Menurut Komisioner KPI Nina Mutmainah Armando, iklan tersebut tidak etis karena menampilkan promosi dan testimoni dari pasien yang berlebihan dan tidak berdasar. Salahsatu klinik yang iklannya dipersoalkan adalah Tong Fang.

    GADI MAKITAN

    Berita Terpopuler:
    Kasus Simulator SIM, Ada Upaya Selamatkan Djoko?

    Arkeolog Ini Temukan Piramida via Google Earth

    Nasib Penggalian Bunker di Bawah Kantor Jokowi

    SBY Akhirnya Buka Suara Soal Century

    Ketua KPK: Silakan Sadap Telepon Kami

    Polri Sewa Seabreg Pengacara, KPK Cuek

    Di Masjid Kalideres Fauzi Bowo Ingatkan Bang Kumis

    Cincin Kawin Angelina Jolie Senilai Rp 7,4 Miliar

    Hadapi KPK, Polisi Sewa Pengacara

    Gisel Kesal Ditinggal Gading Martin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.