Presiden Bantah Prakarsai Pertemuan di Mabes Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY, Kapolri Timur Pradopo (tengah) dan Ketua KPK Abraham Samad (kiri) di sela-sela acara buka puasa bersama di Mabes Polri Jakarta, Rabu malam (8/8). Tohir/rumgapres

    Presiden SBY, Kapolri Timur Pradopo (tengah) dan Ketua KPK Abraham Samad (kiri) di sela-sela acara buka puasa bersama di Mabes Polri Jakarta, Rabu malam (8/8). Tohir/rumgapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah memprakarsai pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo di Markas Besar Polri, Rabu malam kemarin. Acara berbuka puasa itu oleh sejumlah media massa dikaitkan dengan polemik penanganan kasus dugaan korupsi alat simulator surat izin mengemudi.

    "Tadi malam itu bukan prakarsa SBY. Bukan presiden yang menggelar atau mengundang berbuka puasa bersama jajaran Polri," kata Yudhoyono di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012. "Ini penting. Marilah kita beribadah dengan baik, menyampaikan berita dengan baik, tidak menimbulkan isu dan komentar yang tidak sepatutnya," kata Yudhoyono.

    SBY menceritakan, Kamis pagi, ia mendapat pesan pendek dari seseorang ihwal acara buka puasa bersama di Mabes Polri. "Pak SBY, supaya adil dan berimbang, Anda jangan hanya menggelar buka puasa di Polri. Sebaiknya juga menggelar buka puasa di KPK," ujar dia menirukan SMS yang masuk kepadanya.

    Setelah ditelaah, menurut SBY, media massa ternyata menamai pertemuan di Markas Besar Polri dengan judul "SBY menggelar buka puasa di Polri". "Setelah itu, diramaikan di media massa seolah-olah dalam silang pendapat antara Polri dan KPK, SBY memilih untuk buka puasa di Polri," ucap Kepala Negara.

    Yudhoyono berkilah, sejak ia menjadi presiden, setiap tahun ia selalu diundang oleh Polri dan Tentara Nasional Indonesia untuk berbuka puasa bersama, seperti halnya ia diundang berbuka puasa bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat. "Saya juga mengundang pers, pimpinan lembaga negara, dan lembaga pemerintahan sekali setahun ke Istana Negara."

    Ia berharap, penjelasannya ini dapat meredam segala isu yang sekarang beredar. "Saya mengikuti juga di sosial media, kiranya bisa dijernihkan," ucap Yudhoyono. "Jangan terlalu cepat memberikan komentar yang miring dan bukan itu yang sebenarnya terjadi."

    PRIHANDOKO

    Berita Lain:
    Di Mabes Polri, SBY Panggil Ketua KPK dan Kapolri

    Profil Hartati, Cerdik Mencari Sandaran

    Hartati Tersangka, Begini Komentar Istana

    Buka Bersama, Sutarman dan Abraham Samad ''Mesra''

    Kisruh Simulator SIM, Todung Cs Temui Pimpinan KPK

    Mahfud MD: Koruptor Hidupnya Panas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.