Di Mabes Polri, SBY Panggil Ketua KPK dan Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY, Kapolri Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad (kiri) berbincang-bincang di sela-sela acara buka puasa bersama di Mabes Polri Jakarta, Rabu malam (8/8). Abror/Rumga Kepresidenan

    Presiden SBY, Kapolri Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad (kiri) berbincang-bincang di sela-sela acara buka puasa bersama di Mabes Polri Jakarta, Rabu malam (8/8). Abror/Rumga Kepresidenan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang menarik dalam acara buka puasa bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Mabes Polri, Rabu 8 Agustus 2012 petang ini. Menjelang acara selesai, Presiden SBY tiba-tiba berdiri memanggil Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

    Semula, Presiden SBY duduk di tengah bersama Wakil Presiden Boediono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan mantan Kapolri Awaluddin Djamin. Di meja terpisah, hanya berjarak satu meter, duduk antara lain Ketua KPK Abraham Samad. Di sampingnya tampak Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman dan Jaksa Agung Basrief Arief. 

    Semua tamu di Mabes Polri itu, sedang sibuk rehat dan bersantap buka puasa. Acara silaturahmi antarpetinggi negara itu digelar sesudah salat Mahgrib yang berlangsung di Masjid di lingkungan Mabes Polri.

    Tiba-tiba saja, di tengah acara rehat itu, Presiden SBY berdiri dan melambaikan tangan ke arah Abraham Samad. Lalu juga kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Ketiganya bergerak ke pojok ruangan, berdiri dan berbicara meriung. Presiden SBY berdiri di tengah diapit Abraham Samad dan Timur Pradopo. Pembicaraan selama 5 menit itu, terlihat serius. Presiden SBY berulang kali mengerak-gerakan tangan. Abraham dan Timur, terlihat mendengarkan.

    Peristiwa ini disaksikan seluruh tamu di Ruang Utama Mabes Polri. " Kami semua melihat mereka bicara serius" kata anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat yang hadir dalam ruangan. "Semua berharap, pertemuan Ketua KPK dan Kapolri dengan Presiden SBY menghasilkan solusi yang terbaik" kata mantan Kapolri Awaluddin Djamin.

    Seperti diketahui, hubungan antara KPK dan Polri dalam sepekan terakhir memanas lagi terkait penyidikan kasus korupsi simulator SIM. Selain soal penggeledahan, hubungan kian runcing setelah Bareskrim menetapkan lima tersangka terkait kasus tersebut pada tanggal 2 Agustus 2012. Mereka adalah Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu, Ketua Pengadaan Simulator SIM yakni AKBP Teddy Rusmawan, dan Bendahara Korlantas Polri seorang Kompol berinisial LGM, Sukotjko S Bambang dan Budi Susanto.

    Padahal, KPK telah menetapkan Brigjen Pol Didik Purnomo, Sukotjo, Budi Susanto, dan mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo pada 27 Juli 2012. KPK juga telah terlebih dahulu meningkatkan status penyidikan.

    WIDIARSI AGUSTINA | ARYANI KRISTANTI

    Berita terkait
    Buka Bersama, Sutarman dan Abraham Samad ''Mesra'' 
    Kisruh Simulator SIM, Todung Cs Temui Pimpinan KPK 
    Kasus Simulator SIM, Polisi Minta Dukungan Pakar
    Mengapa KPK Berhak Tangani Kasus Simulator SIM?
    Kasus Simulator SIM, Ini Pendapat Para Ahli Hukum
    Bertemu Sesepuh Polisi, Kapolri Rapat Lebaran?
    Lima Keganjilan Langkah Polisi
    Polisi Punya Yusril, KPK Dibela Gandjar
    Cicak vs Buaya Bakal Terulang, Ini Kata Ketua KPK
    Djoko Susilo Bisa Dijerat Pasal Pencucian Uang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.