Cerita Simulator SIM Majalah Tempo April Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta ujian SIM C mengendarai sepeda motor di ruang Riding Simulator R2 di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, (2/8). Dari enam simulator, hanya satu yang berfungsi normal. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang peserta ujian SIM C mengendarai sepeda motor di ruang Riding Simulator R2 di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, (2/8). Dari enam simulator, hanya satu yang berfungsi normal. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta--Tujuh lembar surat itu disusun dengan tulisan tangan. Beberapa bagian dicoret, tapi tetap masih terlihat rapi. Dikirim dari penjara Kebon Waru, Bandung, oleh Sukotjo S. Bambang, Rabu pekan lalu, surat itu merupakan jawaban atas pertanyaan Tempo yang dikirimkan melalui pengacaranya sehari sebelumnya. "Kebenaran harus diungkapkan walau sangat menyakitkan," pengusaha itu menulis.

    Menghuni penjara Kebon Waru sejak November 2011, Sukotjo berperan besar dalam pengungkapan skandal korupsi pada pengadaan simulator kemudi mobil dan sepeda motor di Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian RI. Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, perusahaan subkontraktor, ini membuka penggelembungan harga dan suap pelicin proyek senilai Rp 196 miliar itu. Ia pun dimasukkan ke perlindungan saksi, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi meningkatkan perkara ini ke penyidikan, pekan lalu.

    Di tengah proses hukum yang menjerat, Sukotjo bergerak. Ia melaporkan sejumlah kejanggalan proyek ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Kepolisian Nasional, dan aktivis antikorupsi. Melalui perantara, ia juga mengirimkan sejumlah dokumen dan pengakuan ke Tempo. Setelah melakukan proses verifikasi dan liputan mendalam, Tempo menulis laporan panjang skandal ini pada edisi 23-29 April 2012 dengan judul "Simsalabim Simulator SIM".

    Sepekan setelah tulisan Tempo terbit, Markas Besar Kepolisian mengirim hak jawab. Dikirim juru bicara Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, poin pertama hak jawab berbunyi, "Tidak ada bukti telah terjadi tindak pidana korupsi di Korps Lalu Lintas Polri." Tapi, pekan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Djoko Susilo dan Didik Purnomo sebagai tersangka. Markas Besar Kepolisian tak mau kalah: Didik, Teddy Rusmawan, Budi Susanto, Sukotjo, dan Bendahara Korps Komisaris Legimo ditetapkan sebagai tersangka.

    Inilah kisah dari dapur Tempo soal heboh simulator SIM . Selengkapnya baca Majalah Tempo edisi terbaru.

    BUDI SETYARSO | SETRI YASRA

    Berita lain:
    Lika-liku Kasus Simulator SIM
    Simsalabim Simulator SIM (Bagian 1 dari 3 tulisan)
    Simsalabim Simulator SIM (Bagian 2 dari 3 tulisan)
    Simsalabim Simulator SIM (3 dari 3)
    KPK: Langkah Polisi Persulit Kami

    KPK Siap Layani Tantangan Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H